0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

LSM Abal-Abal Kembali Marak di Wonogiri

dok.timlo.net/gg
Ilustrasi pembangunan gedung sekolah (dok.timlo.net/gg)

Wonogiri — Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diduga abal-abal mendatangi beberapa sekolah di Wonogiri. Hal itu membuat para kepala sekolah menjadi risih dan gerah.

Pasalnya, kedatangan para LSM itu pun dengan dalih cek lokasi ataupun monitoring bantuan pemerintah. Tak jarang, mereka menuding pihak sekolah, baik SD, SMP dan SMA dengan dugaan penyimpangan dana atau pun bantuan. Bahkan,mereka dengan terang-terangan meminta uang damai. Selain itu pula ada beberapa LSM yang mengedarkan proposal kegiatan serta menjual barang dengan harga yang tak wajar. Tak hanya itu, nada dan gaya mereka pun setengah memaksa.

“Mereka itu datang tidak sendirian, kadang lebih dari tiga orang dan secara bergiliran. Data yang mereka bawa pun sama dan kesannya hanya “golek-golek” (mencari kesalahan —Red),” ungkap salah seorang kepala SMK di Wonogiri yang enggan disebutkan namanya, Rabu (15/4).

Dikatakan, LSM datang dari luar Wonogiri, namun ada juga yang anggotanya merupakan orang Wonogiri asli. Diakui, sekolah mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk biaya rehab gedung serta untuk perpustakaan, namun menurutnya penggunaan anggaran bantuan itu sudah memenuhi aturan juklak maupun juknisnya.

“Bahkan, katanya sempat terjadi di sebuah sekolah swasta di pinggiran didatangi LSM dan mereka pun dengan terang-terangan meminta uang dengan jumlah nominal tertentu, padahal sama sekali tidak ada penyimpangan,” katanya.

Dia pun berharap pemerintah kabupaten (Pemkab) dan dinas terkait untuk melakukan pengawasan sekaligus menindak tegas bagi LSM yang dianggap meresahkan instansi maupun sekolah.

“Jadi, kami-kami ini (kepala sekolah) trauma kalau mau dapat bantuan, wong pasti didatangi LSM, terlebih bantuannya itu dengan jumlah besar,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge