0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proses Ganti Rugi Tunggu Gubernur

150 Kolam Lele Tergusur Jalan Tol Solo – Semarang

Kolam lele di Desa Tangjungsari, Banyudono, sebanyak 150 petak terkena proyek jalan tol Solo-Semarang (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sebanyak 150 petak kolam lele di Desa Tangjungsari, Kecamatan Banyudono, Boyolali bakal tergusur terkena proyek jalan tol Solo-Semarang. Proses ganti rugi kolam lele ini masih menunggu persetujuan Gubernur Jawa Tengah.

“Kita sudah ajukan surat persetujuan melalui Pemkab Boyolali, tinggal menunggu jawaban dari gubernur,” ungkap Kades Tanjungsari, Joko Sarjono, Selasa (14/4).

Dijelaskan, sesuai aturan, pelepasan aset tersebut harus dicarikan penggantinya. Lokasi tanah pengganti juga harus dicarikan di desa setempat. Namun jika terpaksa, bisa dicarikan tanah di desa lain yang terdekat. Terkait lokasi pengganti,pihaknya sudah memiliki gambaran. Hanya saja, belum ada pendekatan lebih lanjut karena menunggu pelepasan aset.

“Kalau melihat patoknya, memang hampir semua petak kolam bakal terkena,” imbuhnya ditemui di lokasi.

Dijelaskan, proses pembebasan lahan kolam lele ini membutuhkan waktu yang panjang. Selain melakukan pembahasan, pihaknya juga harus negosiasi tentang harga untuk ganti rugi aset. Selain itu, pihaknya juga belum tahu kapan proyek tol tersebut dimulai. Karena masih menunggu, pihaknya berdasarkan musyawarah desa  diambil keputusan untuk kembali mengaktifkan kolam- kolam tersebut. Tahap awal, kolam yang ada dibersihkan dari rumput- rumput liar. Tanggul kolam yang rusak juga dibenahi.

“Kami bersama warga juga mengeruk kolam yang terutup tanah,” ujarnya

Selain itu, pihaknya juga menyuplai kebutuhan air ke kolam dan menabur benih lele. Benih lele ini sendiri merupakan swadaya masyarakat , hal ini dilakukan karena merasa sayang bila kolam dibiarkan mangkrak.

Taufik (25) warga Desa/ Kecamatan Banyudono mengakui, tanah milik orang tuanya di Desa Bangak, Kecamatan Banyudono juga terkena proyek tol. Bahkan, sudah dilakukan musyawarah ganti rugi dan persetujuan ganti rugi. Pihak Panitia Pengadaan Tanah (P2T) memutuskan, ganti rugi untuk zona A sebesar Rp 495.000/ m2, zona B Rp 445.000/m2.

“Tanah milik orang tua saya masuk zona B dengan luas 250 m2, sebenarnya belum rela melepasnya,tapi karena sudah keputusan ,ya akhirnya menerima juga,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge