0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prista Minta Jokowi Jangan Stop Pengiriman TKI

dok.merdeka.com
Prista Apria Risty (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong kong, Prista Apria Risty, membuat heboh sosial media. Melalui situs Youtube, ia curhat dan menyindir kelakuan para suami yang hidup foya-foya karena ditinggal istri bekerja di luar negeri.

Prista meminta kepada Jokowi agar tidak menutup pengiriman TKI ke luar negeri di tahun 2017 mendatang. Ia mengaku hanya iseng membuat video curhatannya tersebut. Dia menjelaskan, kritikannya kepada orang nomor satu di negeri ini lantaran banyak para TKI yang tidak setuju dengan kebijakannya.

“Awalnya itu curhatan TKI lainnya, bilang 2017 pengiriman TKI mau ditutup sama Jokowi. Terus aku pikir nyidir ah Pak Jokowi lewat video di Facebook. Tapi tidak punya niat apa-apa sih, cuma guyonan-guyonan aja,” kata Prista, Senin (13/4) malam.

Prista menambahkan, pemerintah seharusnya berterima kasih kepada para TKI yang sedang mengadu nasib di luar negeri. Menurutnya, para TKI adalah salah satu pahlawan devisa yang banyak menyumbang uang kepada pemerintah. Dia pun meminta kepada Jokowi agar tidak jadi menutup pengiriman TKI ke luar negeri.

“Kita di negara orang itu kerja. Devisa negara itu besar loh, devisa terbesar TKI. Kalau Jokowi nutup mau ngapain apa dia? Siap enggak ngasih lahan kerjaan buat kita,” keluh Prista.

Dia melanjutkan, bahkan banyak para Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ada di luar negeri bisa menyekolahkan anaknya hingga sarjana, meskipun harus menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT).

“Bahkan ada yang anaknya sarjana orang tuanya TKI. Boleh saja pemerintah nutup asal sudah menyiapkan lahan kerja buat jutaan TKI. Bisa ndak pak Jokowi kira-kira?” paparnya.

Dia melanjutkan, penghasilan menjadi seorang TKI memang cukup menggiurkan dibanding bekerja di negeri sendiri. Prista mengaku bersedia berhenti menjadi seorang TKI apabila pemerintah sanggup memberikan gaji sebesar Rp 5 juta rupiah, bagi para TKI.

“Kalau mau ditutup tolong bapak mikirin kami. Siap tidak gaji kita 5 juta per bulan. Indonesia itu sudah banyak pengangguran. Kalau tidak boleh ke luar negeri mau kerja di mana? Tolonglah pak Jokowi jangan ditutup,” ungkapnya.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge