0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Tersangka, Anggota DPRD Klaten akan Di-PAW?

Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Klaten, Mujaeroni (kanan) (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Klaten menyebutkan tidak akan ikut campur soal dugaan keterlibatan kader mereka. Bahkan partai tidak akan mendampingi Muchlis Febi Anggono selama menjalani proses hukum dugaan kasus tindak pidana akte kelahiran palsu tersebut.

“Saat kasus ini mencuat kepublik, kami sudah membuka ruang komunikasi antara Heru Siswandono selaku pelapor, dengan Muchlis supaya berdamai, tetapi tidak digunakan. Ya sudah, kalau memang demikian biar aparat hukum yang menangani kasus ini. Kalau memang dinyatakan bersalah maka akan ada mekanisme yang akan dijalankan partai,” sebut Ketua DPC Partai Gerindra Klaten, Mujaeroni, Senin (13/4).

Disinggung pergantian antar waktu (PAW) terhadap Muchlis, Mujaeroni belum berani banyak bicara tentang spekulasi tersebut. Pasalnya, untuk menjalankan PAW pihaknya masih menunggu keputusan hukum yang tetap dari pengadilan. Bahkan DPC Partai Gerindra Klaten juga sudah konsultasi ke DPD dan DPP terkait kasus yang terjadi pada Muchlis.

“Pengurus di atas kami menyarankan agar tidak gegabah dalam mengambil sikap. Semua proses hukum harus diikuti. Kalau memang sudah ada keputusan tetap dari pengadilan, baru akan diambil tindakan,” ungkapnya.

Terpisah, Muchlis Febi Anggono mengaku pasrah dengan kasus yang menimpanya. Menurut dia, tidak ada niat untuk memalsukan akta kelahiran. “Saya niatnya hanya menolong warga, tapi ternyata akta kelahiran yang diterima masyarakat palsu,” ujarnya.

Untuk diketahui, penetapan tersangka anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan sidang kasus terpidana Ari Pahlevianto, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Klaten. Muchlis diduga menjadi pihak pemesan dan pengedar akta kelahiran palsu guna kepentingan mendulang suara di Pileg 2014.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge