0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Kantongi IMB, 2 Pabrik di Klaten Disegel

Satpol PP Klaten segel pembangunan pabrik sarung tangan di Ceper (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten gencar melakukan razia penegakan peraturan daerah (Perda). Sebuah pabrik sarung tangan asal Korea dihentikan kegiatan pembangunannya lantaran belum mengantongi izin resmi.

“PT JJ Gloves milik warga Korea di Dusun Ngaran, Desa Mlese, Kecamatan Ceper terpaksa disegel karena belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Namun pemiliknya sudah memagari kawasan ini dengan anyaman bambu untuk mengerjakan pembangunan,” jelas (Plt) Kepala Satpol PP Klaten Rabiman, Senin (13/4).

Ikhwal penyegelan, kata Rabiman, bermula dari rampungnya masa berlaku pabrik sarung tangan tersebut yang ada di Kecamatan Juwiring pada tahun 2016 mendatang. Lantaran masa sewanya sudah mau habis, pemiliknya mencari lokasi baru di Kecamatan Ceper.

“Sebelum dilakukan penyegelan, kami sudah dua kali mengirimkan surat peringatan. Namun tidak dihiraukan. Mustinya, sebelum membangun, pemilik pabrik sudah mengantongi izin dan memenuhi segala perizinan yang berlaku,” ujarnya di sela-sela penyegelan.

Selain PT JJ Gloves, PT New Ratna Motor berlokasi di Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, juga terpaksa disegel lantaran belum mengantongi IMB dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KPTPM) Klaten. Kedua perusahaan itu melanggar Perda 15/2011 tentang pembangunan gedung yang berpotensi menyebabkan gangguan sosial.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge