0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembentukan BPBD Jadi PR Pemkab Sragen

dok.timlo.net/agung
Posko Bencana di Dukuh Japol, Pelemgadung, Karangmalang, Sragen. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Penanggulangan bencana tanah longsor dan banjir masih menjadi PR bagi beberapa daerah termasuk di Sragen. Sayangnya saat ini belum terbentuk lembaga khusus yang menangani bencana seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Padahal penanganan bencana perlu mendapat antisipasi sejak dini.

“Upaya pembentukan BPBD memang sudah dilakukan, namun sampai sekarang memang belum tuntas,” kata Ketua Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi, Giyadi.

Menurutnya, kalau sudah terbentuk BPBD, maka mulai dari pra bencana atau langkah antisipatif agar tidak terjadi bencana, penanganan saat terjadi bencana dan sesudah terjadi bencana bisa diatasi.

Giyadi mengatakan, Sragen membutuhkan BPBD untuk menangani musibah atau bencana alam yang terjadi. Diharapkan dengan adanya lembaga tersebut penanganan bencana akan lebih efektif dan maksimal.

Dia menambahkan, bencana alam yang terjadi di SragenĀ  sifatnya bisa diprediksi dan diantisipasi sebelumnya. Misalnya banjir yang terjadi di aliran Sungai Bengawan Solo dan anak Bengawan Solo dan tanah longsor. Sedang untuk bencana alam yang tidak bisa diprediksi yang sering terjadi adalah angin kencang. Bencana ini juga kerapkali menimbulkan kerusakan dengan kerugian dan korban jiwa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge