0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kenaikan Tiket Wayang Orang dan Museum Keris Harus Ditunda

dok.timlo.net/achmad khalik
(Ilustrasi) Pagelaran Wayang Orang (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sejumlah elemen masyarakat meminta rencana kenaikan retribusi wayang orang dan retribusi masuk Museum Keris ditunda. Hal itu terungkap dalam Public Hearing Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan atas Perda No 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah.

“Saat ini, tren penonton pentas wayang orang di Sriwedari sedang turun. Mulai Agustus tahun lalu penontonnya saya perhatikan turun. Ini lagi nrubus (berkembang) mau naik lagi. Kalau dinaikkan sekarang saya khawatir malah penonton wayang orang turun lagi,” kata pemerhati Wayang Orang Sriwedari R Purbo Handarutomo Ks kepada wartawan, Senin (13/4).

Sebagai informasi, dalam draft Raperda Perubahan Perda Retribusi, retribusi wayang orang di Sriwedari diusulkan naik dari Rp 3.000 menjadi Rp 10.000 untuk kelas VIP, retribusi kelas I Rp 1.500 menjadi Rp 7.500, dan retribusi kelas II dari Rp 1.000 menjadi Rp 5.000. Sedangkan, retribusi Museum Keris untuk umum pada hari libur dipatok Rp 10.000 dan Rp 7.500 di hari biasa.

Handarutomo menerangkan, penonton wayang orang April tahun lalu sekitar 170 orang sekali pentas. Namun, jumlah itu terus menurun seiring dihilangkannya fasilitas informasi jadwal pentas selama sebulan. Tidak adanya fasilitas informasi jadwal pentas sebulan membuat masyarakat tidak mengetahui pentas apa saja selama sebulan.

“Sekarang tinggal 50-60 orang saja. Tidak adanya informasi jadwal membuat tidak bisa memilih pentas mana yang akan ditonton,” ungkap dia.

Sementara, Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Solo, Daryono meminta tarif retribusi Museum Keris dipertimbangkan. Tarif itu dinilai memberatkan lantaran Museum Keris baru akan beroperasi.

”Untuk pengunjung umum di hari biasa dan hari libur dipatok saja Rp 7.500 per orang untuk menarik minat mereka. Sambil berjalan dievaluasi hasilnya, kalau harus dinaikkan ya baru naik,” tutur dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge