0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Boyolali Diimbau Tetap Waspadai Wereng

dok.timlo.net/nanin
Tanaman padi diserang wereng coklat (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Masih tingginya curah hujan, kalangan petani padi di Kabupaten Boyolali dihimbau untuk mewaspadai serangan hama wereng. Pasalnya, hama ini biasa menganas saat curah hujan masih tinggi. Ancaman hama wereng biasanya di wilayah pertanian irigasi.

“Air yang melimpah biasanya hama wereng mudah sekali berkembang, ini yang harus diwaspadai para petani didaerah irigasi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhud) Boyolali, Bambang Purwadi, Senin (13/4).

Ditambahkan, wilayah persawahan yang patut untuk diawasi agar terhindar hama wereng di Banyudono dan Sawit. Di dua kecamatan ini, kebanyakan adalah sawah irigasi. Dimana air sangat melimpah dan genangan air menjadikan hama wereng lebih mudah berkembang biak.

“Hujan kemungkinan masih tinggi hingga bulan Mei mendatang,” imbuh Bambang.

Antisipasi sejak dini terhadap serangan hama wereng terus di lakukan dinas. Pasalnya, Dinas khawatir bila serangan wereng tidak segera diantisipasi akan mengancam ketahanan pangan di Boyolali.

Di sisi lain, salah satu petani Banyudono, Sutarman, mengakui hama wereng sudah mengganas. Pihaknya bahkan kesulitan untuk memberantasnya. Pasalnya tidak mempan pestisida. Diakui, bila pagi sawah disemprot menggunakan pestisida, wereng akan hilang dan mati. Namun, sorenya, hama ini kembali muncul.

“Werengnya kecil-kecil sekali,susah sekali membasminya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge