0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Pertama UN di Wonogiri Lancar

Peserta UN CBT dipantau melalui monitor kamera CCTV (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMA/SMK di Wonogiri, Senin (13/4), berjalan lancar .Seperti halnya pelaksanaan UN Computer Basic Test (CBT) yang dilakukan 381 siswa SMAN 2 Wonogiri ini. Walau menggunakan laptop milik siswa dan guru, lantaran minimnya perangkat komputer milik sekolah, namun peserta UN CBT tak mengalami masalah. Sementara UN manual yang digelar SMKN 1 Wonogiri juga lancar.

“Semua peserta hadir .Tidak ada kendala, server normal ,login juga lancar, “ujar Wakasek Bidang Kesiswaan SMAN 2 Wonogiri, Bambang Kuswanto mewakili Kepala SMAN 2 Wonogiri, Dalimin.

Dikatakan, materi UN yang diujikan hari pertama adalah Bahasa Indonesia dibagi dalam tiga sesi. Sedang ruang yang disediakan sebanyak empat ruang yang dilengkapi dengan kamera CCTV. Terkait adanya contek menyontek antar siswa menurut dirinya sangatlah tidak mungkin,pasalnya setiap siswa mendapatkan soal yang berbeda.

“Dalam pelaksanaan UN CBT ini, semua akses untuk browsing telah diblokir, wong keybordnya saja yang aktif hanya tombol “enter” saja, jadi misal ada yang coba menekan tombol “control”, “alt”, “delt”, itu sama saja siswa sudah selesai atau menumpuk lembar jawaban,” jelasnya.

Bambang menambahkan, pelaksanaan UN CBT dipastikan akan berjalan normal tanpa hambatan. Baik berhubungan dengan server, login lainnya juga tidak mengalami kendala.Dari empat ruang UN, setiap satu ruang terdapat satu pengawas,protor dan satu teknisi.

“Jika loadingnya mundur jam pengerjaan soal juga akan mundur, sudah ada semacam timernya. Jadi tidak merugikan pada siswa,” katanya sembari menunjukkan monitor pantauan siswa didiknya yang tengah mengikuti UN CBT melalui kamera CCTV yang terpasang di dalam ruang kelas.

Terpisah, Suwandi, Kepala SMKN 1 Wonogiri menyatakan, UN manual yang diikuti sebanyak 384 siswa didik dengan jumlah ruang yang disediakan sebanyak 20 ruang pun lancar. Naskah soal serta lembar jawaban UN telah mencukupi kebutuhan. Bahkan, dirinya juga mengatakan, pemberian naskah soal UN menggunakan sistem barcode atau secara acak, sehingga kemungkinan kecil adanya siswa yang menyontek.

“Sejak awal kami sudah menekankan kepada siswa didik kami untuk berbuat kejujuran, karena mereka nanti itu kan setelah lulus langsung kerja, apabila sekali berbuat tidak jujur maka akan sulit mencari pekerjaan,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge