0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

22.013 Rumah di Karanganyar Belum Miliki Jamban

Dok. Timlo.net/Nanang Rahadian
Sekda Karanganyar, Drs Samsi (Dok. Timlo.net/Nanang Rahadian)

Karanganyar — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menggandeng sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengatasi masalah jamban. Selain itu Pemkab juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk memetakan daerah rawan air bersih di seluruh wilayah Karanganyar.

“Saat ini kami sedang meminta kecamatan untuk mendata perusahaan di lingkungannya. Selain itu, pihak Puskesmas kami minta mendata lagi warga yang belum memiliki jamban,” kata Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi saat ditemui wartawan di Karanganyar, Senin (13/4).

Seperti diketahui, saat ini masih ada sekitar 22.013 rumah di Kabupaten Karanganyar yang belum memiliki jamban. Hal itu harus segera diatasi untuk menghindari adanya perilaku buang air besar sembarangan yang dapat mengganggu kebersihan lingkungan.

“Ini harus segera diatasi, bapak Bupati memerintahkan secepatnya harus selesai (semua warga punya jamban),” kata Samsi.

Selain itu, untuk mendukung Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, Pemkab juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk memetakan daerah yang rawan air bersih.

“Persoalan itu harus dikaji dari beberapa aspek. Harapan kami persoalan kurangnya jamban dan krisis air bersih harus segera diatasi untuk kesehatan lingkungan masyarakat Karanganyar,” kata dia.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karanganyar, Sundoro, mengatakan persoalan jamban tersebut tersebar di semua kecamatan di Karanganyar. Melalui kerjasama dengan perusahaan, pihaknya berharap persoalan itu dapat tertangani.

“Pendataan akan dilakukan di semua kecamatan. Bukan hanya di Kecamatan Karanganyar,” kata Sundoro

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge