0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bongkar Plafon, Tiga Tahanan Kabur

ilustrasi tahanan kabur (merdeka.com)

Timlo.net – Tiga orang tahanan kabur dari lapas Kelas II A yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya, Sabtu (11/4) sekitar pkl 18.30 WIB. Mereka kabur melalui atap dengan membongkar plafon Blok A kamar 14.

Kasi Pembinaan Napi dan Anak Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Palangka Raya, Didik Marsito, mengatakan pihaknya telah membentuk tim yang bekerja sama dengan Kepolisian Palangka Raya untuk mencari tiga tahanan tersebut. Untuk petugas yang lalai, menurut Didik, akan diberikan sanksi yang tegas.

“Kita telah bentuk tim dan juga bekerja sama dengan Kepolisian Palangka Raya. Sementara untuk penjaga yang lalai, terancam mendapat sanksi tegas,” terang Didik di Palangka Raya seperti dilansir Antara, Minggu (12/4).

Dari informasi yang dihimpun, tiga orang narapidana yang melarikan diri tersebut adalah, Ahmad Suprianto Bin H. Ridwan (23) dengan nomor registrasi b1207/12 terkait kasus pembunuhan di Sampit, Kotawaringin Timur Kalteng. Kedua, Dedi Susanto Bin Astari (22) bernomor registrasi b1205/12 dengan kasus pelanggaran terhadap perlindungan anak di Kabupaten Seruyan. Ketiga, Maspuri Bin Toto (25) bernomor b159/14 dengan kasus pencurian di Kabupaten Seruyan Kalteng.

Lanjut Didik, tiga orang tahanan tersebut melarikan diri saat wilayah Palangka Raya diguyur hujan lebat. Mereka memanfaatkan kelengahan petugas dengan cara menjebol plafon. Tahanan kemudian kabur menggunakan beberapa sarung yang diikat untuk menuruni tembok lapas yang tingginya sekitar lima meter.

“Ketiganya melarikan diri saat hujan lebat. Mereka menjebol plafon dan kemudian kabur menggunakan beberapa sarung yang diikat untuk menuruni tembok lapas setinggi lima meter,” lanjut Didik.

Oleh karena itu, Didik berharap, bagi warga yang mengetahui keberadaan tiga napi itu untuk segera melapor ke petugas lapas dan kepolisian terdekat.

“Kami harap, warga yang mengetahui keberadaan ketiga tahanan agar segera melapor kepada petugas lapas dan kepolisian setempat,” tutup Didik.

[dan]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge