0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Festival Bengawan Solo 2015, Gethek Rudy Nyaris Tenggelam

Suasana Festival Bengawan Solo 2015 (timlo.net/daryono)

Solo – Meski berjalan lancar, gelaran Festival Bengawan Solo 2015, Minggu (12/4) diwarnai insiden kecil. Gethek yang ditumpangi Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo nyaris tenggelam.

Pantuan Timlo.net, sebanyak 26 gethek diberangkat Rudy, sapaan Walikota, sekitar pukul 09.00 WIB dari kampung Ngepung, Pasar Kliwon. Rudy turut serta menaiki gethek bersama Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo dan jajaran Muspida Solo. Namun, tiba-tiba, gethek yang ditumpangi Rudy amblas dan miring. Beruntung para pejabat selamat dan berganti ke gethek lain.

“Nggak papa (perahunya miring). Itu tadi uji nyali. Kalau nggak mau uji nyali ya pakainya perahu karet,” kata Rudy saat ditemui sesampainya di garis finish, Kampung Badran, Pucangsawit.

Menurut Rudy, melalui Festival Bengawan Solo, pihaknya ingin mengembalikan Sungai Bengawan Solo seperti masa lalu. Ia juga mengajak pengusaha dan masyarakat agar tidak membuang limbah ke sungai.

Ketua Panitia Festival Bengawan Solo, Sumadiono mengatakan Festival Bengawan Solo tahun ini diikuti 23 peserta kelurahan, perbankan, SKPD dan kelompok masyarakat. Untuk memacu kreatifitas peserta, panitia mengadakan perlombaan kreasi gethek.

“Tahun ini, kita sudah menuju Bengawan Solo yang layak kota wisata,” ujar dia.

Beragam kreasi dimunculkan warga dalam menghias gethek mereka. Ada gethek berhiaskan gunungan hasil bumi, ada pula gethek ogoh-ogoh berbentuk hanoman warna merah. Tidak ketinggalan, nuansa etnis juga terlihat dengan adanya gethek thionghoa berornamen lampion. Beberapa penumpang juga memakai pakaian traditional Tionghoa.

Di pinggir sungai, warga berjubel menyaksikan satu persatu gethek mencapai garis finish. Selain mengabadikan momen, warga juga berebut hasil bumi yang dilemparkan dari gethek.

 

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge