0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tarik Ulur, Aturan Larangan Jual Miras di Bali

dok.timlo.net
ilustrasi miras (dok.timlo.net)

 

Timlo.net — Pengusaha di Bali mengeluhkan aturan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan terkait larangan penjualan bir di minimarket. Pasalnya, larangan tersebut bakal menurunkan wisatawan asing yang ingin berlibur di Bali.

Aturan pelarangan penjualan minuman alkohol tersebut akan diterapkan pada 16 April mendatang. Namun, aturan tersebut mendapat protes dari pengusaha daerah. Pengusaha tersebut harusnya dibedakan per daerah sehingga tidak mengganggu perekonomian daerah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina mengatakan Kemendag telah melakukan diskusi dengan perwakilan masyarakat Bali sebelum mengeluarkan aturan larangan tersebut. Masyarakat Bali, kata dia, tidak keberatan dengan aturan tersebut.

“Tidak keberatan. Tapi memang kena dampak sedikit. Beberapa kota kan nggak (tidak menolak aturan ini), misalnya Kota Denpasar mendukung. Mungkin seperti Kabupaten Sanur mungkin begitu (menolak), tapi bukan Bali secara keseluruhan tapi tergantung daerahnya. Daerah mana yang kira-kira bisa melaksanakan itu,” kata dia.

Untuk menindaklanjuti protes tersebut, lanjut Srie, Kemendag bakal berdiskusi kembali dengan masyarakat Bali guna mencari jalan keluar dari aturan larangan tersebut. Diskusi tersebut bakal dilakukan pada pekan depan.

“Intinya kita merespon dinamika yang terjadi di masyarakat. Memang harus pikirkan, tidak bisa case by case, kita akan tindak lanjuti hasilnya. Kita lihat case by case. Yang (daerah) lain buktinya adem-adem saja, kita lihat lah. Bali kan sebenarnya merasa peraturan menteri itu kondusif dan layak diterapkan di daerahnya,” pungkas dia.

[yud]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge