0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelajar di Wonogiri Dominasi Kasus KTPA dan Non KTPA

ilustrasi pelecehan seks anak (dok.merdeka.com)

Wonogiri — Dalam kurun waktu Januari hingga April 2015 ini, sudah terdapat 15 anak-anak yang harus berhadapan dengan hukum di wilayah hukum Polres Wonogiri. Rata-rata mereka tersandung kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak(KTPA) maupun Non KTPA.

“Untuk yang non KTPA semua kasus telah selesai dengan diversi, tapi untuk yang KTPA tinggal satu menunggu P21,” papar Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Wonogiri Ipda Endang Murdiyanti, Minggu (12/4).

Dikatakan Endang, bahwa dalam empat bulan terakhir ini, untuk Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) terdapat 7 kasus. Hal tersebut didominasi persetubuhan dengan anak, percabulan dan penganiayaan terhadap anak. Sedangkan untuk yang Non KTPA terdapat delapan kasus yang didominasi oleh pencurian dan penganiayaan yang dilakukan oleh anak-anak.

“Untuk yang non KTPA semua kasus telah selesai dengan diversi, tapi untuk yang KTPA tinggal satu menunggu P21,” papar Endang, Minggu (12/4).

Menurut Endang, apa yang dilakukan pihaknya (diversi) merupakan amanat undang-undang (uu) yakni uu Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan uu Nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Kepada anak yang melakukan tindakan melawan hukum tidak dilakukan penahanan, tetapi untuk yang kasus KTPA dimana korbannya adalah anak-anak dilakukan penahanan.

“Rata-rata dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kurangnya pengawasan dari orang tua, dimana sebagian besar dari mereka adalah pelajar,” terang Endang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge