0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sate Kelinci Ala Kaliurang

timlo.net/tyo eka
Seorang pedagang tenah memotong daging kelinci yang akan dibuat sate (timlo.net/tyo eka)

Solo – Banyak penjual sate kelinci dimana-mana. Tetapi sate kelinci yang ada di kawasan wisata Kaliurang, Yogyakarta agak lain. Tidak digendong ataukah dipikul seperti kebanyakan.

“Sengaja kelinci yang sudah disembelih digantung. Biar tetap segar juga bisa dilihat orang banyak, terutama pembeli bahwa daging itu memang benar daging kelinci dan disembelih,” ujar Sri, pemilik warung sate kelinci Muncar, Kaliurang.

Setiap tusuk sate, menurut Sri, dagingnya langsung diambilkan dari kelinci yang sudah dikuliti dan tergantung di dekat tempat pembakaran sate. Jadi tidak langsung dipotong-potong, tetapi memang dibiarkan tergantung. Hanya setiap dibutuhkan baru dipotongkan dari tubuh kelinci itu.

Setiap porsi sate bakar, kata Sri, lengkap dengan bumbu, cukup Rp. 12.000 belum termasuk nasi. Begitu pula, dimasak tongseng. Tidak mahal memang.

Untuk bisa menikmati sate kelinci di Kaliurang, ada beberapa warung yang menjual. Sehingga tidak susah-susah untuk mencarinya. Hampir setiap warung menjual.

Untuk memenuhi pembeli, Sri mengaku paling tidak sehari pada hari biasa bisa memotong satu ekor kelinci. Setiap hari kelinci sudah disetor.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge