0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Saat Kuli Tinta Lomba Nembak, Ada yang Takut Ada yang Pede

timlo.net/khalik
Salah seorang pewarta dengan serius mengikuti arahan dari anggota Kopassus (timlo.net/khalik)

Sukoharjo — Sebanyak 20 wartawan mendapat kesempatan menembak di Lapangan Tembak Kopassus Grup-2 Kandang Menjangan, Sukoharjo, Jumat (10/3). Usai diberikan penjelasan cara menembak yang baik dan benar dari instruktur tembak, Sersan Kepala (Serka), Imran Pardede, awak media saling berebut menggunakan senjata khusus korps baret merah. Meski begitu, terdapat wartawan yang merasa takut menggunakan senjata pasukan elit tersebut.

Tak berselang lama, suara tembakan dar, der, dor terdengar. Setiap wartawan berkesempatan menembakkan tiga timah panas dengan pistol jenis Sigsauer atau G2/Combat dalam lomba tembak yang memperebutkan medali. Intruktur pendamping tampak sibuk mengarahkan dan membimbing para penembak anyaran ini. Tidak sedikit dari mereka yang kaget ketika peluru terlontar letusan pistol.

Memang, saat letusan terdengar terjadi hentakan kuat ditangan dan membuat bidikan melesat jauh. Bahkan, saking kagetnya, ada salah seorang pewarta yang enggan melanjutkan aksi menembaknya. Pewarta pria dari salah satu TV lokal di Kota Solo ini langsung meletakkan pistol, perlengkapan keamanan seperti kacamata dan pelindung telinga.

“Sudah-sudah,” teriak pria yang akrab disapa Adit tersebut.

Dari sekian banyak wartawan yang tidak mengenai sasaran plat tembak, beberapa diantaranya berhasil menaklukkan tantangan menembak, diantaranya Yoyok Sunaryo, Arif Nuryanto dan Johanes. Ketiganya berhasil menembak tepat sasaran dan bersaing kebabak berikutnya.

Dibabak berikutnya, mereka menggunakan senjata laras panjang dan dimenangkan oleh Johanes. Sementara, diurutan kedua dipegang oleh Yoyok Sunaryo dan ketiga dipegang oleh Arif Nuryanto. Mereka menerima penghargaan berupa medali dari Dangrup-2 Kopassus, Kolonel Richard Tampubolon.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge