0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Curi Kayu Untuk Bangun Rumah, Kancil Masuk Bui

Ilustrasi pembalakan hutan (merdeka.com)

Timlo.net – Ngateman alias Man Kancil (50), warga Kampung Tegalsari RT 4 RW IV, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah harus mendekam dijeruji besi gara-gara menebang pohon Jati milik Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kendal.

Dari pengakuan tersangka, pohon jati yang ditebang digunakan untuk membangun rumah. Dua rumah sudah terbangun dengan bahan baku berupa kayu jati curiannya. Namun, kedua rumah tersebut sudah dijual olehnya.

“Sempat bangun dua rumah dari kayu itu. Tapi sudah saya jual, laku Rp 25 juta tiap rumah,” kata Ngateman dalam gelar perkara di Polsek Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/4).

Dalam melancarkan aksinya tersebut, Man Kancil tidak sendirian. Saat itu, dia bersama 18 teman lainnya. Namun, dalam penyidikan yang dilakukan pihak Polsek Ngaliyan hanya tiga orang yang ditetapkan jadi tersangka.

Kedua orang lainnya, yaitu Juminto alias Kastur warga Kampung Ngadipiro RT 5 RW IV Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal dan Muhammad Indarto alias Togok, warga Kampung Dawung RT 1 RW IV, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang yang bertindak sebagai sopir.

Kemudian pada Minggu (15/2) sekitar pukul 23.30 WIB di petak 51 RPH Kedungpane Kawasan Hutan Jati Silayur Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Jimin seorang petugas polisi hutan mencurigai ada suara orang menebang pohon di malam hari. Kemudian Jimin melaporkan kejadian itu ke Kepala RPH Teguh Supriyanto.

Teguh Supriyanto beserta anggota Polsek Ngaliyan segera menuju area hutan tempat yang dicurigai itu. Sesampainya di lokasi, ditemukan sebanyak 5 pohon yang telah ditebang dan sudah berupa potongan sebanyak 14 potong. Namun, tidak ditemukan seorang pun di area tersebut. Akhirnya pihak kepolisian melakukan penyisiran hingga SPBU Ngaliyan.

Sesampainya di depan SPBU Ngaliyan, polisi curiga terhadap sebuah mobil Mitsubishi L300 warna putih. Pasalnya mobil tersebut berusaha menghindari polisi. Setelah dihentikan dan ditanyai polisi, sopir mobil L300 tersebut, Togok mengaku hendak menjemput Kastur.

Kastur kemudian diduga kuat oleh polisi sebagai salah satu orang yang melakukan penebangan pada malam itu. Pada Senin (9/3), Kastur berhasil ditangkap. Kastur mengaku disuruh oleh Man Kancil, kemudian pada Jumat (13/3) Man Kancil ditangkap oleh petugas.

Selain mengamankan ketiga tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 14 batang kayu jati berbagai ukuran dengan panjang masing-masing 4 meter, satu unit mobil Mitsubishi L300 warna putih H 1152 AM.

Kemudian 2 buah gergaji geranggang dengan panjang 120 cm, dan satu unit kendaraan roda empat Opel Blazer warna merah bernomor polisi B 1154 FE.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Bero Suprihatin mengatakan kerugian negara yang disebabkan perbuatan mereka senilai Rp 80 Juta.

“Dikenai undang-undang no 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman pidana minimal 6 tahun dan maksimal 10 tahun,” pungkasnya.

[rnd]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge