0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seorang Pengungsi Jenawi Depresi

Posko Tim Crisis Center Psikologi UNS di Balaidesa Menjing (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Tim Crisis Center Psikologi UNS, mendapati salah seorang pengungsi yang mengalami depresi berat. Pengungsi wanita berusia lanjut tersebut mendapat pendampingan khusus lantaran kondisi psikisnya yang lemah, usai rumah yang ditinggalinya hancur dilanda bencana.

“Penanganannya kita beri pendampingan. Sebab yang bersangkutan sudah cukup tua, dan kondisi psikisnya terus menurun,” kata Psikolog Crisis Center Psikologi UNS, Arief Tri Setyanto saat ditemui wartawan di lokasi pengungsian, Jumat (10/4).

Berdasarkan data pengungsi yang digali tim Crisis Center Psikologi UNS, mayoritas pengungsi mengalami depresi level ringan. Sementara, kondisi anak-anak tergolong cukup baik.

“Kondisi anak-anak masih baik-baik saja. Sebab, hampir mayoritas anggota keluarga mereka komplit. Berbeda halnya dengan pengungsi di Banjarnegara yang umumnya kehilangan anggota keluarganya,” imbuh Arief.

Arief menjelaskan, penderita depresi umumnya mengalami kesulitan untuk tidur, cemas berlebih, hilang mood, hingga kesulitan untuk tersenyum. Secara fisik, mereka pun terlihat lebih lemas dan kurang bergairah.

“Sepekan selepas kejadian, tentu ada perubahan perilaku. Maka kita coba dengarkan curahan hati mereka supaya lebih nyaman, dengan memberi pre terapi,” kata Arief.

Kondisi serupa dirasakan Adi Supono (72). Warga Dusun Jambon tersebut merasa bosan selepas tinggal cukup lama di pengungsian. Pria yang mengungsi bersama istrinya tersebut gundah lantaran tak tahu lagi harus tinggal dimana. Di sisi lain, kondisi tekanan darahnya pun kerap naik turun.

“Anak-anak sudah merantau semua. Meski ada lahan untuk digarap, namun selama mengungsi tak bisa bekerja,” tuturnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge