0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rivalitas Pileg 2014, Alasan Pelaporan Kasus Akte Kelahiran Palsu

(Ilustrasi) contoh akta kelahiran (dok.timlo.net/is)

Klaten – Rudianto Aschari, kuasa hukum dari pelapor Heru Siswandono (51) mengatakan, penetapan tersangka seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten merupakan tindak lanjut dari pengembangan sidang kasus terpidana Ari Pahlevianto, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Klaten.

“Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Klaten pada bulan Juli 2014, tersangka Muchlis Febi Anggono berperan sebagai pemesan dan pengguna akta kelahiran palsu yang dibuat oleh Ari Pahlevianto guna kepentingan mendulang suara di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Pasalnya, Muchlis saat itu masih sebagai Caleg. Sehingga klien saya melaporkan perbuatan Muchlis kepada Polres Klaten,” jelas Rudianto kepada wartawan, Jumat (10/4).

Menurut Rudianto, latar belakang kliennya melaporkan ke petugas kepolisian karena sebagai Caleg dari partai yang sama, yakni Gerindra, Heru Siswandono merasa pundi-pundi suaranya berkurang pada perebutan kursi Pileg tahun lalu.

“Peringkat akhir klien saya waktu Pileg 2014 berada di posisi kedua dibawah tersangka Muchlis. Lantaran merasa dicurangi dan suara kami disedot, klien saya pun melaporkannya kepada polres Klaten,” imbuh Rudianto.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Fachrul Sugiarto membenarkan penetapan status tersangka terhadap politisi Gerindra tersebut telah dikeluarkan pada tanggal 8 April 2015 lalu.

“Penetapan tersangka berdasar hasil penyidikan dan empat bukti yang meyakinkan, yakni amar putusan pengadilan, akte lahir palsu, pemeriksaan saksi, dan keterangan saksi ahli dari UGM dalam berkas penyidikan kasus ini. Tersangka bakal dijerat pasal 263 KUHP junto pasal 55 dan pasal 64 KUHP ancaman hukuman adalah tujuh tahun penjara,” ujar AKP Fachrul.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge