0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Langgar Hak Pasien, Dua RS di Jateng-DIY Diputus Kontrak BPJS

Veronica Margo (timlo.net/daryono)

Semarang — Dua rumah sakit di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diputus kontrak oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Penyebabnya, dua RS itu diketahui menarik biaya pada pasien BPJS Kesehatan.

“Dua rumah sakit itu jelas melanggar. Keluhan yang disampaikan ke kami pasien sesuai hak, ditarik biaya. Kita tegur, kita bina, kita beri surat 3 kali rumah sakit itu tidak berubah sikap maka kami putus kontrak,” kata Kepala BPJS Kesehatan Departemen MPK Divre VI Jateng-DIY, Veronica Margo, Jum’at (10/4) saat ditemui usai menjadi pemateri pada Workshop Sosialisasi BPJS untuk Jurnalis di Semarang.

Menurut Vero, dua rumah sakit itu satu berada di Yogyakarta dan satunya di Kudus. Setelah diputus kontrak, dua RS itu berniat kembali menjalin Memorandum off Understanding (MoU) dengan BPJS.

“Mereka ingin kerjasama lagi. Tapi kan harus kita lihat berubah sikap atau tidak. Masih ada pelayanan yang bertentangan dengan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) atau tidak. Kalau kerjasama lagi ya untuk 6 bulan dulu dan dievaluasi. Kalau dia nakal ya tidak akan diperpanjang. Kalau baik akan kami perpanjang setahun,” ujar dia.

Vero melanjutkan, pasien BPJS yang merasa haknya dilanggar rumah sakit bisa mengajukan aduan ke kantor cabang BPJS Kesehatan setempat. Vero berjanji, BPJS akan menindaklanjuti laporan masyarakat. Saat ini, di Jawa Tengah dan DIY terdapat 277 RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge