0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Edarkan Akte Kelahiran Palsu, Anggota Dewan Ditetapkan Tersangka

dok.timlo.net/is
(Ilustrasi) contoh akta kelahiran (dok.timlo.net/is)

Klaten — Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen. Pasalnya, anggota dewan tersebut memesan dan mengedarkan akte kelahiran palsu saat bertarung dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu.

Penetapan tersangka terhadap anggota dewan dari Partai Gerindra, Muchlis Febi Anggono disampaikan oleh Rudianto Aschari, kuasa hukum dari pelapor Heru Siswandono (51).

“Berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) yang diterima klien saya (Heru Siswandono – red) dari penyidik Polres Klaten pada tanggal 8 April 2015 lewat surat bernomor B/78/IV/2015/Reskrim. Polres Klaten sudah menetapkan Muchlis Feby Anggono sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan,” jelas Rudianto, Jumat (10/4).

Informasi dihimpun Timlo.net, Muchlis yang duduk sebagai anggota Komisi 3 DPRD Klaten periode 2014-2019 diduga terlibat dalam tindak pidana pemalsuan dokumen, yakni akte lahir palsu di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Klaten.

Kasus ini sendiri telah disidangkan pada bulan Juli 2014 lalu dengan terpidana Ari Pahlevianto, salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dukcapil Klaten yang divonis tujuh bulan penjara. Muchlis diduga menjadi pihak pemesan dan pengedar akta kelahiran guna kepentingan mendulang suara di Pileg 2014.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge