0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

ABG Nyolong Akik, Sahabat Kapas: Patut Jadi Warning

dok.timlo.net/tarmuji
Batu akik (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Kasus anak baru gede (ABG) asal Kecamatan Jatisrono, nyolong akik yang ditangani Polres Wonogiri mendapat sorotan pegiat pendampingan anak dari Sahabat Kapas Surakarta.

Langkah yang telah diambil Polres Wonogiri dengan tindakan restoratif dan diversi, bukan tindakan pidana, mendapatkan apresiasi. Namun peristiwa pencurian yang dilakukan anak-anak ini perlu menjadi pelajaran bagi masyarakat. Tak kalah penting, perlu juga dicermati latar belakang para bocah itu.

“Patut menjadi warning bagi masyarakat, mungkin apa yang dilakukan terpengaruh oleh tayangan film maupun televisi sehingga perlu menjadi keprihatinan kita bersama,” kata pegiat pendampingan anak asal Solo, Dian Sasmita, Jumat (10/4).

Menurut Dian, boomingnya batu akik yang bernilai tinggi tanpa dibarengi dengan pemahaman yang cukup bagi anak-anak akan berdampak buruk. Kemudian untuk penyelesaiannya sendiri harus dilakukan secara restoratif, bukan diselesaikan secara pidana seperti kasus-kasusnya orang dewasa.

Dian  menyambut baik apa yang telah dilakukan Jajaran Polres Wonogiri yang telah menyelesaikan kasus tersebut secara restoratif melalui Diversi. Namun, penyelesaian tidak hanya berhenti di situ (diversi) namun kepada orang tua juga harus melakukan pengawasan karena bagaimanapun juga hal itu merupakan tanggungjawab orang tua.

“Orang tua juga harus memberi sanksi, namun sanksinya dalam bentuk lain, bukan hukuman seperti orang dewasa namun bisa berupa misalnya bagi yang muslim harus melakukan sholat lima waktu, kemudian anak juga harus di sanksi belajar yang lebih giat dari biasanya,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge