0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Operasi Simpatik di Boyolali, 1.783 Pelanggar Ditindak

dok.timlo.net/nanin
Sosialisasi tertib berlalu lintas untuk kalangan karyawan pabrik di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pelanggar lalu lintas di wilayah Boyolali tergolong masih tinggi. Ini terbukti dengan hasil Operasi Simpatik selama sepekan, sebanyak 1.783 pengguna jalan terkena Tilang. Kebanyakan dikarenakan tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).

“Kalau yang tidak memiliki surat-surat langsung kita Tilang, tapi kalau pelanggaranya kecil hanya kita beri surat teguran saja,” ungkap Kasat
Lantan Polres Boyolali AKP Demianus, Jumat (10/4).

Khusus bagi pelajar, bila mereka terjaring razia saat jam berangkat sekolah, pihaknya tidak memberikan surat Tilang. Bahkan, petugas membiarkan pelajar melintas saat ada operasi bila mereka tertib berlalu lintas, seperti mengenakan helm dan motor lengkap.

Di sisi lain, dalam minggu-minggu ini akan memfokuskan Operasi Simpatik di jalur-jalur pedesaan. Seperti di wilayah Boyolali utara dan Musuk. Pasalnya, selama ini operasi hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan saja, mulai dari Ampel hingga Bangak. Disinyalir di jalur pedesaan banyak pengguna jalan yang melanggar aturan lalin, seperti tidak mengenakan helm dan motor protholan.

“Jumlah pelanggar di wilayah pedesaan sangat tinggi, di sana tingkat kecelakaannya juga tinggi, nanti kita fokuskan di jalur pedesaan,” tandas AKP Demianus.

Selain operasi di jalan, Satlantas juga gencar sosialisasi dan penyuluhan ke pabrik-pabrik, sekolah dan pangkalan ojek serta angkutan umum. Operasi Simpatik sendiri akan digelar hingga 24 April mendatang dengan sasaran utama pengendara sepeda motor. Hal ini dikarenakan angka kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor tertinggi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge