0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Luhut Panjaitan Enggan Disebut Kaum Oportunis

Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Binsar Panjaitan, menampik bila disebut sebagai kaum oportunis dan penelikung seperti sindiran yang disampaikan dalam pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sebab, berembus kabar Luhut disebut-sebut sebagai salah satu penghalang terjalinnya komunikasi antara Presiden Jokowi dengan Megawati Soekarnoputri.

“Masa saya oportunis. Masa saya prajurit dari bawah oportunis. Saya prajurit yang punya dignity, saya menghormati Ibu Mega sebagai mantan bos saya dan sebagai mantan presiden,” jelasnya, Jumat (10/4).

Luhut mengaku masih tetap menghormati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Oleh karenanya, dia enggan disebut sebagai penghalang dan penelikung hubungan Megawati dengan Jokowi.

Ketika ditanya mengapa tidak hadir dalam Kongres PDIP, Luhut menegaskan bila dirinya bukan anggota ataupun kader PDIP.

Dalam pidato politiknya kemarin, Megawati menyebut ada pihak-pihak yang ingin terjadinya deparpolisasi. Pihak yang selalu mengatasnamakan independensi itu selalu mengatakan bahwa partai adalah beban demokrasi.

Mega menilai, pihak-pihak tersebut adalah kaum oportunis yang tidak mau berkerja keras membangun partai.

“Mereka tidak mau mengorganisir rakyat, kecuali menunggu, menunggu, dan selanjutnya menyalip di tikungan,” katanya.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge