0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendampingan Marketing Minim, Wirausaha di Solo Turun

Solo – Jumlah wirausahawan di Solo menurun, lantaran kurangnya pedampingan dalam pemasaran. Hal itu disampaikan Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejehteraan Pemkot Solo, Rohana kepada wartawan, Kamis (9/4).

Diberitakan sebelumnya, jumlah wirausahawan di Solo menurun. Tahun 2010 jumlah wirausaha sebesar Rp 19,27 persen. Jumlah itu kemudian turun di tahun 2014 menjadi 16,50 persen. Data itu terungkap dalam Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Masa Jabatan (AMJ) Walikota 2010-2014.

“Ekonomi kreatif itu di Solo banyak. Hanya cara menjualkannya yang bingung. Kan sudah punya usaha, tetapi habis itu banyak yang tidak laku,” kata Rohana kepada wartawan, Kamis (9/4).

Oleh karena itu, menurut Rohana, pendampingan dalam pemasaran penting dilakukan. Meskipun selama ini, Pemkot sudah berupaya melakukan pendampingan dan pelatihan. Pendampingan dilakukan menyebar dengan sasaran berbeda.

“Pedampingan tersebar itu karena sasarannya beda-beda. Disperindag itu kan (pendampingannya) khusus untuk IKM (Industri Kecil Menengah), Dinkop itu untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinsos sendiri, DPP terkait PKL. Jadi sasarannya memang beda-bdea. Kan tidak mungkin SKPD menyelesaikan persoalan sendiri,” kata dia.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Supriyanto mengungkapkan hal senada. Selama ini, Pemkot kurang melakukan pendampingan berkelanjutan.

“Pendampingannya tidak berkelanjutan. Sebatas penganggaran, pengadaan, pelatihan tetapi setelah itu tidak berkelanjutan. Sehingga trend menurun untuk wiraswasta ini,” kata dia.

Ia juga menilai, pendampingan tersebar di banyak SKPD membuat pendampingan tidak optimal. Semestinya pendampingan dilakukan fokus pada satu tujuan.

“Harusnya satu fokus dan berkelanjutan. Hal-hal ini yang menjadi rekomendasi kita,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge