0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BPK Temukan Indikasi Penyimpangan Pembangunan Gedung Investasi

timlo.net/nanin
BPK Temukan dugaan penyimpangan pembangunan gedung investasi yang rencananya akan dihibahkan ke Bank Jateng Boyolali (timlo.net/nanin)

Boyolali — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya penyimpangan dalam pembangunan gedung investasi di Jalan Merbabu, Boyolali Kota. Gedung tersebut rencananya akan ditukar guling dengan gedung Bank Jateng Cabang Boyolali.

“Iya memang ada catatanya dari BPK, tapi secara detail saya kurang tahu penyelesaiannya, coba tanya ke pengawas PPK (pejabat pembuat komitmen – red) atau Bagian Perekonomian,” kata Bupati Boyolali, Seno Samodro, Kamis (9/4).

Menurut dia, dugaan penyimpangan itu salah satunya terkait kekurangan volume pekerjaan pembangunan gedung, ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan yang menyebabkan kelebihan bayar.

Dalam LHP Belanja Daerah Tahun 2014 pada Pemkab Boyolali No 407/LHP/BPK/XVIII.SMG/11/2014 tanggal 28 November 2014, terdapat kekurangan volume pekerjaan pembangunan gedung investasi senilai Rp 169,05 juta dan ada ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan senilai Rp 9,318 juta. Kondisi ini mengakibatkan kelebihan pembayaran atas paket pekerjaan pembangunan gedung investasi senilai Rp 178,37 juta.

“Selama uang Rp 178 juta itu kembali ke negara kan tidak masalah,” tandas Bupati.

Ditambahkan, semestinya temuan BPK itu sudah selesai, karena Boyolali mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP), dan maksimal harus diselesaikan dalam kurun waktu dua bulan.

Di satu sisi, Barisan Merah Putih Pengging (BMPP) membawa temuan ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jawa Tengah. Presidium BMPP, Gombloh Sujarwanto, meminta Kejakti menindaklanjuti temuan BPK tersebut.

Dijelaskan, gedung investasi akan tukar guling dengan gedung Bank Jateng untuk memuluskan proyek jalan simpang lima. Dengan adanya temuan ini, pihaknya minta pihak-pihak terkait bisa menahan diri agar tidak tersangkut permasalahan hukum ke depannya.

Sementara itu, ketidaktahuan Bupati terkait tindak lanjut temuan BPK mendapat respons Presidium Masyarakat Transparansi Boyolali (MTB), Bramastia.

“Kenapa Bupati sampai tidak tahu? Apa karena selama ini proyek-proyek Pemkab banyak dikendalikan orang di luar birokrasi sehingga untuk tindak lanjut temuan BPK saja Bupati tidak tahu,” kata Bramastia.

Diakhir masa jabatan bupati, pihaknya berharap bupati segera mengevaluasi kinerja pimpinan SKPD karena tidak semua program berjalan baik. Terbukti banyaknya catatan dan temuan BPK dalam pelaksanaan anggaran tahun 2014.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge