0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Investasi Menurun, Solo Utara Gagal Dikembangkan?

Ketua FDNR DPRD Solo, Supriyanto (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Menurunnya nilai investasi di Solo diyakini sebagai akibat tidak optimalnya pengembangan wilayah Solo utara. Pemkot beralasan, pengembangan Solo utara terkendala persoalan infrastruktur.

“Pengembangan Solo utara memang masih jadi sorotan,” kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Supriyanto saat ditemui usai pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD 2014 dan LKPj Akhir Masa Jabatan (AMJ) Walikota, Kamis (9/4) di gedung dewan.

Anggota Banggar lainnya, Edy Djasmanto menilai, gagalnya pengembangan Solo utara bisa dilihat dari menurunnya jumlah investasi di Solo beberapa tahun terakhir. Edy menyebut pada 2012 nilai investasi mencapi Rp 2,8 triliun. Namun, pada 2014, nilai investasinya turun hingga 50 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Ahyani mengakui perkembangan Solo utara lamban. Menurut Ahyani, kelambanan itu disebabkan kendala pada pembangunan infrastruktur.

“Infrastrukturnya kan harus disiapkan dulu. Padahal membangun infrastruktur itu biayanya mahal. Yang paling cepat itu kalau sektor swasta mau masuk, itu cepat,” katanya.

Selama ini, tambah Ahyani, APBD mengalami keterbatasan untuk membiayai infrastruktur. Pembiayaan infrastruktur tetap mengandalkan dari pemerintah pusat.

Yani melanjutkan,  agar investor lebih berminat investasi di Solo utara, pihaknya bakal menyiapkan kawasan strategis di Solo utara. Kawasan strategis itu nanti akan dipromosikan kepada para investor.

“Ada nanti untuk industri di kawasan Mojosongo, kesehatan, perumahan dan pendidikan,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge