0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sindikat Pengedar Uang Palsu Triliunan Rupiah Terbongkar

dok.merdeka.com
ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Sindikat pembuatan dan peredaran uang palsu ke 13 negara senilai Rp. 16 Triliun ditangkap. Proses pengungkapan dilakukan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri sejak 25 Februari 2015 hingga akhir Maret 2015.

“Uang Palsu berhasil diungkap dari Jawa Barat. Mata uang berbagai negara dan dicetak dengan peralatan yang ada di sini,” kata Kabag Penum Polri Kombes Rikwanto, Kamis (9/4).

Empat orang tersangka diamankan dalam kasus ini. Mereka di antaranya; Asep Abdul Fathi alias Ebeh (pencetak uang), Tohir (pemodal) serta Musa Suhi dan Mad Mahdi (pengedar). Selama ini para pelaku mengedarkan uang palsu di wilayah Bogor, Jawa Barat dan Tangerang Selatan, Banten.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Victor Simanjuntak mengatakan, barang bukti yang disita dari tangan para tersangka yaitu 800 lembar menyerupai uang kertas USD pecahan 1.000 USD (setara Rp 1.030.240.00), 100 lembar mirip uang kertas pecahan 10 ribu dollar Singapura (Rp 9.735.000.000), 91 lembar uang pecahan 1.000 Malaya and British Borneo, 100 lembar menyerupai pecahan 10 ribu Malaya and British Borneo, 96 lembar uang kertas pecahan 20 Canada (atau setara Rp 19.889.280)

Penyidik juga menyita 9 lembar menyerupai uang kertas pecahan 1 juta Canada (Rp 93.231.000.000), 2 lembar uang kertas pecahan 100 dollar Brunei Darussalam, 6 lembar uang 1.000 mirip mata uang Dejavasche Bank Duized Gulden, 1.117 pecahan Euro 1.000.000 (Rp 15.967.515.000.000), selembar uang pecahan 1.000.000 mirip dollar Hongkong (Rp 1.710.100.000), selembar pecahan 1000 Duetsche Bundes Bank palsu (Rp 7.172.270), selembar uang kertas palsu pecahan 500 Duetsche Bundes Bank (Rp 3.586.135) dan 10 lembar uang palsu pecahan USD 1.000.000 (Rp 132.370.000.000).

“Total nilai uang palsu setara Rp 16.205.621.987.685,” kata Victor.

Selain menyita barang bukti uang palsu, polisi juga mengamankan sejumlah alat pencetak, antara lain; satu unit komputer serta monitornya, tiga printer, serta dua alat sablon. Victor menambahkan, dari keempat tersangka, salah satunya yaitu Tohir diketahui merupakan pemain lama dalam kasus peredaran uang palsu.

Para tersangka dijerat pasal 244 dan 245. KUHP juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Yang telah diedarkan belum banyak. Pengakuannya berkisar 15 lembar. Keburu kena tangkap,” kata Victor.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge