0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tewaskan 3 Orang, Tambang Pasir Ilegal Belum Ditutup

dok.timlo.net/nanin
(Ilustrasi) Penambangan tanah (dok.timlo.net/nanin)

Wonogiri — Sejak tahun 2012 hingga 2015, tercatat tiga penambang liar tewas tertimbun pasir di Dusun Gondang, Desa Nguneng, Kecamatan Pupelem, Wonogiri. Meski telah memakan korban, pemerintah belum juga menutup lokasi penambangan liar tersebut. Dinas terkait pun berdalih telah melakukan pembinaan kepada penambang liar di Wonogiri.

“Kita bulan kemarin telah lakukan pembinaan tentang bagaimana menambang dengan benar, tidak seperti yang saat ini dilakukan,” terang Kepala DPESDM Wonogiri, Arso Utoro, melalui Kabid Pertambangan, Eko Septaningsih saat dihubungi Timlo.net melalui telepon,Kamis (9/4).

Menurut Eko, tentang tindakan pemerintah atas tewasnya seorang penambang liar, Rabu (8/4) kemarin, sebenarnya pemerintah telah melakukan pembinaan. Selain pembinaan,penambang juga diajak mengajukan perizinan secara resmi. Bahkan,pemerintah menyarankan agar penambang alih profesi.

Sementara saat ditanya wartawan, apakah lokasi tambang liar itu akan ditutup? Eko pun mengatakan, masih akan melihat seberapa besar urgensinya. Di sisi lain ,pertambangan yang dilakukan secara liar oleh rakyat, erat kaitannya dengan urusan perut.

“Ya kembali lagi ini kan urusan perut, kita masih akan koordinasi lagi dengan semua pihak, yang kita tegaskan bahwa kalau masyarakat ingin menambang sendiri ya harus berizin,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge