0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan: Usut Tuntas Pengecer Pupuk Nakal

Ketua Komisi II DPRD Wonogiri Tuharno Sidak di gudang pupuk Pusri, didampingi Kepala Dispertan TPH Wonogiri Safuan (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Ketua Komisi II (bidang Perekonomian) DPRD Wonogiri, Tuharno, mendesak Pemkab atau dinas terkait menertibkan pengecer pupuk urea bersubsidi yang nakal atau  menghambat distribusi pupuk. Disamping itu, pihaknya juga meminta agar  pengawasan ketat terkait adanya pupuk abal-abal di pasaran yang dinilai sangat merugikan petani.

“Tapi di tingkat konsumen atau petani kok terjadi kesulitan mendapatkan pupuk. Ini saya minta Pemkab khususnya DispertanTPH maupun Disperindagkop-UMKM menelusuri tata niaga pupuk di tingkat pengecer,” tegas Tuharno di sela-sela Sidak ke gudang pupuk Pusri, di Kecamatan Ngadirojo serta pengecer resmi pupuk Urea bersubsidi di Kecamatan Baturetno, Kamis (9/4).

Diakui, langkah Sidak ini dilakukan Komisi II bersama Kepala Diperindagkop UMKM Wonogiri Guruh Santoso dan Kepala Dipertan Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH), Safuan, menyusul adanya kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah itu. Pihaknya sempat menyatakan heran adanya kelangkaan pupuk urea bersubsidi di tingkat anggota kelompok tani (Klomtan). Soalnya, kata Tuharno, stok pupuk di gudang Pusri Ngadirojo dalam jumlah yang relatif banyak yakni sekitar 3.000 ton atau aman.

Selain soal distribusi yang ditengarai terjadi penyelewengan oleh oknum pengecer dan pengurus Klomtan, Ketua Komisi II minta agar kedua SKPD itu menindak tegas pengedar pupuk bersubsidi aseli tapi palsu (aspal) atau abal-abal di kabupaten ini.

“Jika masalah ini dibiarkan saja saya khawatir makin banyak petani yang terkecoh dengan harga pupuk yang sangat murah di tengah suasana sulitnya petani mendapatkan urea,” kata Tuharno sembari menambahkan jika produksi panen jelek  akan menghambat program swasembada pangan.

Kepala Dipertan TPH Pemkab Wonogiri, Safuan, mengaku pihaknya sangat menunggu laporan dari bawah jika terjadi kelangkaan pupuk padahal persediaan di gudang aman.

“Soal beredarnya pupuk aspal kami bersama aparat keamanan terus melakukan pengawasan ketat di lapangan,” tutur dia.

Jika ada oknum pengedar yang tertangkap tangan, Safuan setuju pelaku itu dijatuhi sanksi yang berat sebagai peringatan atau efek jera lantaran tindakan yang dilakukan itu merugikan kalangan petani.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge