0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terdakwa Kasus Pajak Divonis 1,5 Tahun Penjara

Terdakwa kasus pajak jalani sidang di PN Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo menjatuhkan vonis terhadap terdakwa kasus penyalahgunaan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Pengusaha Kena Pajak (NPKP) PT Indoprima Farma, Ariyandi alias Andi (31) dengan hukuman 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) penjara. Tak hanya itu, majelis hakim yang diketuai Pollin Tampulon tersebut, juga menghukum terdakwa dengan denda sebesar Rp 2,1 miliar subsider enam bulan penjara.

“Terdakwa terbukti bersalah melakukan penyalahgunaan NPWP dan NPKP PT Indoprima Farma sehingga merugikan negara sekitar Rp 1.065.343.990,” terang Hakim Ketua membacakan putusannya.

Terdakwa, kata hakim, terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran pasal 39 ayat 1 huruf (b) UU No. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dalam UU No 28 Tahun 2007.

Putusan hakim, lebih ringan enam bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan oleh Budi Sulistiyono, beberapa waktu lalu. Pihak JPU menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman selama 2 tahun dan denda Rp 2,1 miliar subsider enam bulan penjara.

“Kami masih pikir-pikir menerima putusan dari hakim,” ujar Budi, usai pelaksanaan sidang.

Sementara itu, Penasehat Hukum terdakwa, Sigit N Sudibyanto mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. Menurutnya, hakim sama sekali tidak mempertimbangkan pledoi yang dibacakan oleh pihaknya. Sedangkan, peran kliennya tersebut hanya turut serta dan bukan tersangka aktif.

“Klien kami, hanya turut serta. Sedangkan, tersangka aslinya sama sekali belum tersentuh hukum,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng II menangkap Komisaris PT. Indoprima Farma, Ariyandi alias Andi (31) terkait kasus penyalahgunaan NPWP dan NPKP. Selama tahun 2008, tersangka menerbitkan faktur pajak secara tidak sah berdasarkan pesanan dari perusahaan penggunaan faktur pajak antara lain PT Libera, PT Sadana, dan PT Nuri Farmindo, dengan memperoleh imbalan uang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge