0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Akbar Tandjung Pasrah Pada Putusan Hukum

Akbar Tandjung (Dok.Timlo.net/ Dhefi Nugroho)

Timlo.net – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengatakan, kisruh yang terjadi di partainya dikembalikan ke mekanisme hukum. Saat ini dia menunggu proses hukum yang sedang berjalan di PTUN dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Semuanya kan kita kembalikan ke arah mekanisme hukum pengadilan. Karena kita kan negara hukum, bukan negara kekuasaan, ya kita tunggu saja proses hukum yang sekarang sedang berjalan di PTUN, Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dan di Bareskrim juga berjalan,” kata Akbar, Kamis (9/4).

Ketika ditanya apakah Akbar pernah mencoba memberikan masukan kepada kedua belah kubu agar bisa berdamai, Akbar mengaku hal itu hanya dilakukannya kepada Aburizal Bakrie. Ia menganggap, Ical, sapaan Aburizal, secara sah masih memiliki legalitas kepengurusan partai.

Akbar juga menjelaskan kenapa menurutnya Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie lebih sah, dibandingkan dengan Munas Ancol yang diselenggarakan kubu Agung Laksono.

“Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar saya ya memberi masukan kepada Aburizal Bakrie. Memang dulu juga sempat berkomunikasi dengan Agung Laksono, tapi setelah dia melakukan Munas di Ancol saya sudah tidak pernah berkomunikasi, karena Agung Laksono pun juga sudah tidak mau berkomunikasi,” ujar Akbar.

“Kemudian saya menyadari bahwa Munas Bali di mana saya hadir, menurut saya mempunyai keabsahan yang kuat, karena dihadiri oleh kepemimpinan partai yang resmi dari hasil Munas Riau, dan dihadiri oleh para ketua DPD I dan DPD II yang resmi,” lanjutnya.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge