0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumlah Wirausaha dan Nilai Investasi di Solo Menurun

dok.timlo.net/daryono
Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo menyorot nilai investasi dan jumlah wirausaha di Solo yang menurun. Penurun itu dinilai tidak sesuai dengan visi misi Walikota 2010-2015.

“Jumlah wirausahawan di 2010 sebesar 19,27 persen, tahun 2014 jadi 16,50 persen. Artinya beberapa tahun tidak melahirkan wirausaha baru. Padahal di visi misi Walikota No 6, menigkatkan akses lapangan kerja dengan titik berat memperbesar wirausahawan baru. Tetapi kenyataanya menurun,” kata Anggota Banggar DPRD Solo, Edy Djasmanto kepada wartawan, Kamis (9/4).

Data itu disampaikan Edy, mengacu pada Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Masa Jabatan (AMJ) Walikota 2010-2014.

Tidak hanya penurunan jumlah wirausaha, nilai investasi di Solo juga menurun. Merujuk data yang sama, di 2012 nilai investasi mencapi Rp 2,8 triliun. Namun, pada 2014, nilai investasinya turun hingga 50 persen atau sekitar Rp 1,4 triliun.

“Alasanya karena keterbatasan lahan di Solo selatan. Makanya kami tanyakan, kalau (investasi) dibawa ke Solo utara kebijakan riilnya seperti apa. Tetapi hanya dijawab keringanan izin dan pembebasan retribusi,” kata Edy.

Anggota Banggar lainnya, Honda Hendarto menilai penurunan jumlah wirausahawan lebih dikarenakan kesadaran masyarakat yang rendah. Ia mencontohkan, banyak program wirausaha dan job fair namun peminatnya justru lebih banyak orang luar Solo.

“Banyak job fair tetapi animo masyarakat kecil sekali. Contoh lainnya, rekruitmen aircraft di Solo Techno Park, 80 persen peminatnya luar Solo. Kesadaran masyarakat sangat kurang,” kata Honda Hendarto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge