0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Usul Sekda Ditolak, Penggunaan Pendhapi Gede Digratiskan

Balaikota Solo (dok.timlo.net/gg)

Solo —  Usulan Pemberlakukan tarif retribusi Pendhapi Gede Balaikota akhirnya ditolak. Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda ) tentang Perubahan Perda No 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah menilai Pendhapi Gede merupakan fasilitas Pemkot bagi masyarakat.

“Tidak hanya Pendhapi Gede. Balai Tawang Arum dan Balai Tawang Projo juga tidak masuk objek retribusi. Kami sepakat itu fasilitas Pemkot untuk masyarakat,” kata Wakil Ketua Pansus Perubahan Retribusi DPRD Solo, Supriyanto kepada wartawan, Kamis (9/4).

Meski disepekati tidak dikenakan retribusi, Supri menegaskan penggunaan tigas fasilitas Pemkot tersebut hanya untuk kegiatan sosial, keagamaan dan pemerintahan. Kegiatan profit oriented dilarang.

Usulan pemberlakuan tarif retribusi Pendhapi Gede itu disampaikan Sekretaris Daerah Budhi Suharto diakhir pembahasan Raperda Perubahan Retribusi. Padahal di awal pembahasan, dalam draft Raperda Perubahan Retribusi yang diajukan Pemkot, retribusi Pendhapi Gede dihapus. Di Perda lama, tarif retribusi Pendhapi Gede tercantum Rp 2-3 juta per event.

“Dari sisi pendapatan juga tidak prospek. Dalam setahun, pendapatan ketiganya hanya sekitar Rp 150 juta. Padahal operasionalnya saja Rp 200 juta,” ungkap Supri.

Perubahan lain yang disepakati, lanjut Supriyanto, tarif retribusi turis asing tiket masuk Museum Keris Rp 20 ribu dan turis domestik Rp 10 ribu.

Dalam draf Raperda Perubahan tentang Perda Retribusi, tarif retribusi di hari libur untuk umum Rp 10 ribu, pelajar Rp 7.500, pelajar pemegang KIA Rp 5.000. Sedangkan tarif retribusi hari biasa untuk umum Rp 7.500, pelajar Rp 5.000, dan pelajar pemegang KIA Rp 4.000.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge