0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Investor Swiss Lirik Energi di Aceh

Ilustrasi Aceh (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kedatangan Dubes Swedia untuk Indonesia Johanna Bismas Skoog melakukan pertemuan dengan DPR Aceh dan banyak kerja sama yang disepakati. Pertama, Swedia saat ini sedang melirik potensi investasi energi yang banyak tersedia di Aceh.

Namun untuk melanjutkan berinvestasi di Aceh, pihak Swedia sedang mempelajari regulasi yang berlaku termasuk tentang penerapan syariat Islam di Aceh.

“Pertemuan antara Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Mrs Johanna Bismas Skoog dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, 75 persennya membicarakan tentang kerjasama di bidang bisnis,” kata Wakil Ketua DPR Aceh, T Irwan Djohan, Rabu (8/4).

Selama ini pemerintah Swedia mengikuti perkembangan situasi politik Aceh melalui media massa, baik lokal maupun internasional. “Mereka sudah dua hari di Aceh dan mereka tidak percaya sama berita media, makanya mereka menyempatkan langsung datang ke Aceh,” jelas Irwan Djohan.

Irwan mengaku, Swedia sangat tertarik untuk berinvestasi di Aceh. Salah satu sektor yang menjadi daya tarik mereka adalah sektor energi.

“Mereka sangat tertarik dengan kerjasama disektor bisnis, salah satunya pengolahan sampah menjadi sumber energi. Kerja sama s ini bukan hanya di tingkat level provinsi namun tingkat level kabupaten/kota di Aceh juga bisa dilakukan kerja sama,” imbuh politisi Partai NasDem ini.

Selain itu, mereka juga menanyakan terkait regulasi yang berlaku di Aceh, terutama mengenai sistem perpajakan dan juga sistem pengurusan izin usaha.

“DPR Aceh bersama Pemerintah Aceh siap membantu dan menjamin untuk kemudahan investasi mereka di Aceh, pasalnya sangat banyak ruang yang bisa dilakukan di Aceh, selian itu, DPRA juga menawarkan mereka untuk berinvestasi di bidang maritim, pelabuhan, perikanan, dan bidang sumber daya alam,” tuturnya.

Bila kerjasama ini bisa berjalan dengan baik, maka Swedia akan membawa investor yang selama ini berinvestasi di Singapura, Malaysia dan Indonesia di wilayah Jakarta.

“Satu yang menjadi hambatan mereka sebenarnya bukan hanya perizinan, namun mengenai pemerintah Indonesia terhadap kebijakan penetapan harga, di mana menurut mereka bukan harga yang kompetitif dan itu membuat dari segi keuntungan mereka belum menjamin,” tutur Irwan Djohan.

Selain itu, Swiss juga berkeinginan untuk melakukan kerja sama di sektor pendidikan. “Kami sudah membicarakan mengenai pertukaran mahasiswa antara mahasiswa Swedia dengan mahasiswa di Aceh,” kata Johanna.

[eko]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge