0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan Pemalsuan Ijasah, Pelapor Berencana Cabut Laporan

Pelapor kasus dugaan ijasah palsu yang menyeret mantan kepala Disdikpora berencana mencabut laporanya (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kasus dugaan pemalsuan ijasah yang digunakan untuk mendaftar Pilkades Tarubatang, memasuki babak baru. Dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Boyolali, Rabu (8/4), sang pelapor yang dihadirkan sebagai saksi berencana mencabut laporannya.

“Laporan saya sudah tidak relevan, Purwanto ( tersangka-red) sampai sekarang tidak dilantik, ” ujar Thantowi Djauhari, sang pelapor, disela-sela persidangan.

Dijelaskan Thantowi, saat ditanya majelis hakim terkait rencana tersebut, ada beberapa hal yang menjadi dasar pencabutan laporan tersebut. Dalam sidang kemarin terungkap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali telah mencabut surat No 421.7/1122/14 tanggal 10 April 2013 yang merupakan surat keterangan lulus bagi Purwanto, dan sebelumnya diduga dipakai sebagai salah satu syarat maju Pilkades Tarubatang tahun 2013.

Selain Thantowi, dalam persidangan tersebut juga dihadirkan menghadirkan pelapor lainnya seorang PNS, Isna Agustiyana. Thontowi dan Isna, sama-sama memberikan keterangan, penerbitan surat dinas dilakukan secara berjenjang saat majelis hakim menanyakan mekanisme penerbitan surat keterangan lulus oleh Disdikpora.

“Mestinya surat permohonan diterima dulu oleh Sekretaris Disdikpora (Abdul Rahman-red), baru ke kepala dinas, kemudian disposisikan ke kabid, kasi baru staf, ” papar Isna.

Disisi lain, Thontowi juga menjelaskan dirinya pernah mempertanyakan hasil penyidikan kasus tersebut kepada penyidik Polres terkait penetapan tersangka, yang hanya Sutojoyo dan Muchlis. Padahal yang membubuhkan paraf dalam surat permohonan tersebut adalah Kasi, Kabid, dan Sekretaris juga bertanggung jawab atas substansi.

Sementara kuasa hukum Sutojoyo, Edi Santoso, menyatakan dengan ada fakta baru dalam persidangan maka perkara tersebut tidak layak dilanjutkan.

“Kalau tetap dilanjutkan maka semua pejabat terkait harus ikut bertanggung jawab, ” jelasnya.

Sementara itu, majelis hakim kemarin memutuskan persidangan kasus dugaan surat keterangan lulus palsu akan tetap dilanjutkan Senin (13/4) masih dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Kasus dugaan ijasah palsu ini menyeret mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali, Sutojoyo; Staf Disdikpora, Mukhlis Syaifudin, dan Kades terpilih Tarubatang, Purwanto.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge