0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peternak Nogosari Olah Kotoran Sapi Jadi Pupuk

dok.timlo.net/nanin
Peternak sapi Nogosari kembangkan kotoran sapi menjadi pupuk kompos (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Peternak sapi di Kecamatan Nogosari, Boyolali yang tergabung dalam Assosiasi Peternak Indonesia (ASPIN) mengembangkan pengoahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Tingginya potensi limbah kotoran sapi yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pupuk kandang akan memberikan dampak positif di bidang pertanian.

Ketua ASPIN Suparno mengatakan, potensi limbah kotoran sapi di Boyolali mencapai 5000 ton/hari. Jumlah tersebut didapatkan dari 3000an sapi yang tergabung dalam kelompok Aspin. Diakui, selama ini pemanfaatkan limbah di Boyolali sangat kecil. Peternak kebanyakan membuang begitu saja.

“Ini yang sedang kita kembangkan,selain menambah pemasukan juga untuk menjaga lingkungan,” ungkap Suparno, Rabu (8/4).

Dijelaskan, kotoran sapi bisa disulap menjadi pupuk kompos dalam waktu 24 jam. Biasanya untuk mengubah kotoran sapi menjadi pupuk kompos dibutuhkan waktu 2 sampai 3 minggu.Selain itu, kotoran sapi juga menjadi tidak berbau dan kandang akan lebih bersih.

”Ini kami sosialisasikan pada para peternak yang tergabung ASPIN,” imbuhnya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan Boyolali, Heru Sasongko mengatakan, pihaknya menyambut positif adanya produk ini. Dia menjelaskan, sebenarnya di Boyolali sendiri sudah ada petani yang mengolah kotoran menjadi pupuk. Namun, caranya masih sederhana.

”Ya nanti bisa diperkenalkan biar lebih cepat prosesnya,” tuturnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge