0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jangan Sembarangan Beri Cap Radikal

dok.merdeka.com
ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — ┬áKetua Majelis Ulama Indonesia, S Ecip mengingatkan Badan Nasional Penanggulang Teroris (BNPT) agar hati-hati untuk mengeluarkan suatu pernyataan terkait adanya 19 situs Islam yang dinilai bermuatan radikal atau negatif. Terkait itu, BNPT harus mengadakan rehabilitasi kepada situs-situs Islam yang dinyatakan radikal tersebut.

“Teman-teman datang minta klarifikasi kalau salah tunjukan di mana salahnya. Saya dari MUI ingatkan BNPT untuk hati -hati keluarkan kata itu. Sebab kata itu menghukum dan saya menuntut direhabilitasi dan teman-teman setuju,” jelas Ecip yang hadir dalam pertemuan dengan 10 pengelola situs Islam di Gedung Kemkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (7/4).

Lanjut Ecip, pernyataan BNPT bisa saja melahirkan Islamophobia atau ketakutan pada agama Islam ke depannya. Kata radikal yang dikeluarkan BNPT sudah memiliki makna hukuman bagi ke-19 situs Islam.

“BNPT kurang hati-hati keluarkan kata radikal dan tidak tunjukan di mana salahnya. Pasal berapa? Pengaruhnya ya bisa lahirkan Islamophobia. Kata-kata ini kan sudah menghukum. Si A atau B itu radikal. Yang bisa tentukan hukuman kan hanya pengadilan. BNPT tidak bisa katakan ini radikal. Hanya lembaga tertentu bisa katakan ini radikal. Jangan dong,” jelas Ecip.

Lanjut dia, dalam pertemuan tadi juga terjadi perdebatan mengenai konten-konten Islam yang dituding radikal, apakah merupakan suatu karya jurnalistik atau tidak. Sebagai seorang akademisi yang mengerti UU dan jurnalistik, Ecip menjelaskan jika situs-situs Islam tersebut adalah murni karya jurnalistik.

“Tadi ada yang katakan apakah ini bukan media masa, saya katakan ini media masa. Saya akademisi. Saya belajar di bidang itu. Ada juga yang katakan apakah ini karya jurnalistik, saya katakan ini karya jurnalistik. UU pasal 28 poin f sebutkan itu. UU Pers Pasal 1 juga menyebutkan jika menyebarkan informasi itu karya jurnalisme. Ya memang mungkin ada bagian-bagian yang bukan karya jurnalisme,” pukas Ecip.

[tyo]

Sumber : Merdeka.com

 

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge