0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Terima Putusan Pengadilan, Istri Pengacara Marahi Wartawan

dok.merdeka.com
ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Seorang istri pengacara memarahi awak media usai putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (7/4). Gara-garanya, dia tak terima dengan putusan pengadilan yang tidak sesuai harapan. Sejumlah wartawan menjadi korban amukan amukan Ana Mardiah, istri dari Syahrir selaku pengacara terdakwa narkoba Zulhermis alias Helmi.

“Kalian mau ekspos, ekspos lah 10 tahun itu. Gak ada lagi perkara lain yang kalian ekspos ? Perkara ini aja yang kalian ekspos,” ujar Ana kepada awak media yang meliput jalannya persidangan. Perkataan tersebut diucapkan berulang-ulang di luar ruang sidang dengan nada emosi.

Namun beberapa awak media tak ingin meladeninya, lantaran ada sangkut pautnya dengan kasus itu. Akhirnya para wartawan itu memilih meninggalkannya yang terus berteriak sehingga mengundang perhatian pengunjung lain.

Sementara dalam sidang itu sendiri, menetapkan terdakwa Zulhermis alias Helmi bersalah. Sehingga majelis hakim menjatuhkan vonis 10 tahun penjara, denda sebesar Rp 1 miliar subsider 4 bulan. Hal sesuai dengan dakwaan JPU, bahwa terdakwa telah melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Namun demikian, putusan itu tak susuai harapan Ana. Sebab, terdakwa Zulhermis alias Helmi yang diharapkan agar menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba. Namun justri vonis 10 tahun yang didapat. Tak pelak, usai persidangan, tampak istri pengacara terdakwa, Ana Mardia, meradang terhadap putusan tersebut.

[hhw]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge