0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Ubah Mindset Kuno Jadi Elegan

(foto: ist)

Timlo.net –  Kebaya, kata ini sudah terbayangkan pakaian tradisional khas Indonesia. Pakaian khusus perempuan ini memang sudah menjadi pakaian nasional. Bahkan, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat sudah membuat peraturan penggunaan pakaian ini.

Seiring perkembangan jaman, pakaian kebaya ini mulai mengalami kemajuan. Baik motif, bentuk, maupun warnanya. Hal ini disebabkan, munculnya perancang busana atau designer yang berani mengkreasikan busana ini. Berbeda dengan kebaya kuno, sentuhan modern membuat kebaya semakin elegan. Namun tetap nyaman dikenakan.

Designer asal Kota Solo, Febrian Syach, salah satunya. Melalui kreasi tangannya, kebaya yang identik dengan pakaian kuno dan sakral itu, berhasil disulapnya menjadi busana simpel, elegan dan glamour.

”Kami memadukan antara konsep klasik dan modern. Dengan penambahan pernak-pernik batu mulia dan batik tulis prodo agar tetap terlihat eksklusif,” ungkap pemilik dan sekaligus designer Asmaradana ini kepada TimloMagz belum lama ini.

Menurut dia, meskipun terlihat modern, namun kebaya hasil rancanganya tetap masih menggunakan unsur-unsur kebaya pada umumnya. Seperti kain tile, payet, brokat, bordir dan juga batik. Hal itu tetap digunakanya agar nilai budaya atau pakem yang terkandung didalamnya masih tetap terpelihara.

“Yang membedakan kebaya kita adalah, konsep rangkaian yang asimetris, penggunakan bros batu alam asli. Dan yang pasti batik tulis prodo, yang dibuat secara kusus agar tetap terlihat klasik namun tetap eksklusif,” jelasnya.

Tak hanya itu, demi terus mempopulerkan dan mengkreasikan busana warisan tersebut, saat ini, dirinya juga terus mencoba mengeksplorasi ide dan gagasannya. Hasil rancangannya ini lantas ditumpahkan dalam karya terbaru yang bernama Kemilau Safir. Dirinya lebih memberanikan diri bermain di warna dominan, seperti biru elektrik, kombinasi hitam putih dan hijau.

“Untuk kemilau safir ini, konsep pengantin laki-lakinya biasanya kita serasikan dengan kebaya wanitanya dalam bentuk Basofi. Sehingga terkesan lebih kasual namun tetap berbudaya,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Arifiani, designer muda dari Fiifey Party Outfit. Dirinya menilai, kebaya sebagai salah satu warisan busana khas Indonesai memang seyogyanya tetap perlu dipertahankan. Salah satunya dengan cara mengkreasikan kembali konsep yang sudah ada dengan tren masa kini.

“Sekarang ini kebaya tidak hanya dipakai orang tua seperti jaman dulu. Bahkan anak-anak sekarangpun sudah banyak yang memakainya. Sehingga kurang pas menurut saya jika model yang digunakan harus tetap klasik dan terkesan kaku sesuai pakem,” terangnya.

Untuk merubah cara pandang tersebut, yang biasa dilakukanya pada saat merancang kebaya adalah, dengan mencoba memadukan konsep klasik dan modern. Seperti mengkombinasikan kebaya dengan bawahan bridal, sehingga kesan yang didapat lebih fresh dan universal.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge