0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Komunitas Sulap Wonogiri Punya Nama Unik

TimloMagz - Tarmuji
(TimloMagz - Tarmuji)

Wonogiri —¬†Walaupun baru seumur jagung, kehadirannya cukup memberi warna serta sedikit membasuh rasa haus akan hiburan warga masyarakat Wonogiri. Magic Under Mountain (MUM) atau komunitas pesulap Wonogiri ini sering kali memamerkan kebolehannya di tengah-tengah keramaian massa. Datang tak diundang, pulang tak diantar, itulah slogan komunitas pesulap asal Wonogiri ini.

Tak jarang, kehadiran mereka menyita perhatian masyarakat. Selain mahir memainkan ilmu sulap, tahap demi tahap diisi dengan berbagai atraksi mendebarkan sekaligus penuh tanda tanya.

Semisal pada event Hari Jadi Wonogiri, komunitas Magic Under Mountain unjuk kebolehan. Bahkan, setiap minggu di ajang Car Free Sunday (CFS) depan Pasar Kota Wonogiri pemuda-pemuda ini pun memperagakan berbagai permainan street magic (sulap jalanan) kepada para pengunjung.

Seperti diutarakan Krisna (24), pesulap di komunitas Magic Under Mountain mengatakan, komunitas itu ingin bersosialisasi sekaligus menampilkan hiburan kepada masyarakat Wonogiri yang menurutnya haus hiburan.

“Kami ingin membuat senang di tengah kurangnya hiburan di masyarakat. Kami suka membuat bingung dan penasaran orang, tapi sekaligus membuat mereka senang,” ujar pria asal Kedung- ringin, Kelurahan Giritirto saat dijumpai Timlo.net, baru-baru ini.

Menurut dia,komunitas pesulap itu terbentuk sejak tiga tahun lalu atau tepatnya tahun 2013 dan komunitas itu beranggotakan sekitar 25 orang. Terbentuknya komunitas ini pun berdasar pada rasa keprihatinan dimana Wonogiri ini sepi tanpa adanya sebuah hiburan. Padahal, animo warga sendiri tergolong haus hiburan. Saat ini, mereka kembali aktif dengan menggelar beberapa street magic pada event-event lokal Wonogiri maupun luar Wonogiri.

“Kalau malam Minggu, kami kumpul di taman bunderan utara Alun-Alun Wonogiri. Kalau Minggu pagi, kami kumpul di CFS,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Ryan Sultan (23), pesulap asal Gerdu, Kelurahan Giripurwo. Ada berbagai jenis sulap yang mereka kuasai. Antara lain sulap fakir, seperti memasukkan paku atau sendok ke dalam hidung. Ada pula sulap kartu dan sulap digital yang menggunakan piranti hi-tech magic.

“Ada juga sulap ilusionis dan hipnotis, pokoknya lengkap,” katanya.

Atraksi mereka pun lumayan membuat decak kagum penonton. Pada ajang street magic, atraksi sulap yang paling sering ditampilkan adalah permainan kartu. Pesulap bisa menebak dengan tepat kartu yang diambil oleh penonton, padahal pesulap tidak melihat kartu apa yang diambil.

Kelihaian memainkan koin yang menghilang di satu tangan kemudian muncul di tangan lain juga membuat penonton terkesan.

Magic Under Mountain itu artinya sulap di bawah gunung. Kami ingin mengangkat nama Wonogiri melalui sulap,” terangnya.

Selain menggelar street magic, pesulap Wonogiri juga kerap menyemarakkan sejumlah event, termasuk perayaan ulang tahun, hingga mengikuti lomba sulap di berbagai kota besar pada kancah event-event nasional. Mereka pun takbanyak berharap, selama hampir tiga tahun lebih mereka kerja sosial alias gratis dalam menghibur masyarakat.

“Di dalam komunitas, kami bisa saling belajar dan berbagi ilmu, serta berbagi keceriaan dengan semua warga Wonogiri,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge