0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Subsidi Raskin Belum Optimal

dok.timlo.net
Beras jatah Raskin (dok.timlo.net)

Timlo.net – Tidak semua dana penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) disalurkan. Hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dana raskin yang disalurkan hanya Rp 17,19 Triliun atau 94,65 persen dari subsidi raskin sebesar 18,16 persen.

Ketua BPK Harry Azhar Aziz menegaskan, dana subsidi bagi raskin belum seluruhnya digelontorkan. Padahal raskin merupakan bagian dari program penanggulangan kemiskinan.

“BPK menyimpulkan pelaksanaan program penyaluran subsidi raskin belum sepenuhnya efektif,” kata Harry di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/4).

Ada dua persoalan dalam distribusi raskin. Pertama, data penerima raskin belum diperbaharui sehingga para penerima berpotensi tidak tepat sasaran.

Masalah kedua, kata Harry, ditemukannya raskin berkutu dan bau apek di Perum Bulog sehingga adanya pengembalian.

“Kualitas yang diterima tidak baik, beras berwarna hitam, berkutu, banyak bubuk dan berbau apek,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat mengakui adanya beras raskin berkutu. Itu disebabkan buruknya kualitas penyimpanan beras gudang Bulog.

Di sisi lain, kapasitas gudang Bulog paling besar di Indonesia lantaran mampu menyimpan 4 juta ton beras. “Raskin berkutu itu kami akui,” kata Lenny di Jakarta, Jumat (27/3).

Dalam menyalurkan Raskin, lanjutnya, Bulog bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Untuk operasi pasar, Bulog berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan.

“Kalau dikeluarkan sendiri bagaimana Bulog bisa mempertanggungjawabkan? Kami kan diaudit BPK juga,” ucapnya.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge