0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sempat Buron, Terpidana Korupsi Dana PNPM Ditangkap

Penjara (dok.merdeka.com)

Boyolali – Terpidana kasus korupsi dana simpan pinjam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Kecamatan Banyudono, Abdul Rochim (52) berhasil ditangkap. Pria ini ditangkap tim Kejaksaan Negeri Boyolali di kawasan Pengging, Banyudono, Sabtu malam (4/4) kemarin setelah tiga tahun buron.

Kajari Boyolali, Andi Murji Machfud, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Agus Robani, mengungkapkan pihaknya sudah mengendus keberadaan Abdul sejak sepekan lalu. Belakangan diketahui Abdul Rochim masih sering melakukan mobilisasi Sragen-Boyolali. Sebelum penangkapan, tim sudah mengintai dan membuntuti terpidana sejak dari sekitar rumahnya di Dukuh Peni, Desa Kuwiran, Banyudono.

“Sejak Selasa (31/3) yang bersangkutan sudah kami monitor. Kita langsung siapkan penangkapan,” ujar Agus Robani ditemui di Kejari, Senin (6/4).

Terpidana sendiri begitu tertangkap langsung dititipkan di Rutan Boyolali dan pada Minggu (5/4) dieksekusi ke LP Kedung Pane Semarang.

Terpidana melakukan korupsi dana PNPM dengan modus meminjam. Saat itu, terpidana menerima titipan uang angsuran pinjaman PNPM dari Tim Pelaksana Kegiatan Desa Tanjungsari dan Desa Jembungan.

Saat itu, posisi Abdul Rochim adalah Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Banyudono. Total dana angsuran itu senilai Rp 124 Juta. Namun, uang angsurannya tidak diserahkan kepada Bendahara UPK melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi.

“Penyidikan atas kasus ini kami lakukan sekitar tahun 2012. Saat penyidikan, Abdul Rochim yang saat itu sudah menjadi tersangka malah kabur. Namun kasus tersebut tetap kami naikkan dan kami sidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang,” jelas dia.

Abdul Rochim divonis dua tahun penjara, denda Rp 50 Juta subsider 6 bulan, melalui Putusan Pengadilan Tipikor Semarang No.69/Pid.Sus/2014/PN.Tipikor.Smg tanggal 25 Agustus 2014.

Agus menambahkan Abdul Rochim kehilangan hak-haknya untuk melakukan banding atas putusan Pengadilan Tipikor karena yang bersangkutan sempat menjadi DPO.

Pada bagian lain, Kasi Intel Kejari Boyolali, Faetony Yossy Abdullah, menambahkan selain Abdul Rochim, masih ada satu DPO lagi yang hingga saat ini belum ditemukan yakni Maryoto yang terlibat tindak pidana korupsi pengelolaan tanah kas desa di Desa Teras, Kecamatan Teras tahun 2004.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge