0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jangan Percaya Propaganda ISIS

dok.timlo.net/nanin
Aksi penolakan paham ISIS di Boulevard Soekarno dijaga ketat petugas Polres Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Aksi penolakan paham ISIS terus bermunculan di Kota Susu. Kali ini sejumlah elemen masyarakat mengelar aksi penolakan ISIS di Boulevard Soekarno atau pintu masuk komplek perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, Kemiri, Mojosongo, Senin (6/4). Petugas Polres Boyolali menjaga ketat aksi penolakan ISIS ini.

Selain melakukan orasi, aksi tolak ISIS ini juga diwarnai dengan tanda tangan bersama di atas selembar kain yang dibentangkan dipinggir jalan. Mereka juga membawa spanduk dan pamflet bertuliskan “Stop ISIS Now” dan “ISIS Bukanlah Kita”. Sementara kepada pengguna jalan, mereka juga membagi-bagikan stiker. Sayangnya, sejumlah PNS yang melintas di lokasi menolak saat disodorkan stiker tersebut.

Koordinator aksi, Thukul Triyanto, mengungkapkan ISIS adalah boneka bentukan negara-negara kapitalisme sebagai sebuah konspirasi untuk mendiskritkan Islam. Mereka mau menciptakan image Islam yang negatif. Hal tersebut sudah diprediksi oleh penulis dunia Frans M. Fuguyama dalam bukunya The end of history yang memberikan gambaran tentang perjanjian peradaban setelah pasca perang dingin.

“Mereka melakukan rekrutmen besar-besaran dengan iming-iming kehidupan yang layak, propaganda ini bahkan sudah menyasar ke pedesaan,” ungkap Thukul ditemui disela-sela aksi.

Ditemui terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol kav Topri Daeng Balaw, meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu takut melaporkan bila ada kecurigaan tentang ISIS di wilayahnya. Dandim juga menghimbau, agar masyarakat tidak tergiur dengan promise umroh gratis.

“Jangan percaya propaganda apapun, ISIS sangat bertentangan dengan ideologi bangsa,” tandas Dandim.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge