0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Dihimbau Tidak Beli Pakaian Impor

Sragen – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Sragen menghimbau masyarakat tidak membeli pakaian bekas impor. Hal itu untuk menghindari penularan penyakit akibat bakteri yang terkandung dalam pakaian bekas impor.

Dalam rilis yang disampaikan Bagian Humas Setda Sragen, Sekretaris Disdag Kabupaten Sragen Rihandayani menyatakan, larangan itu berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan Nomor :48/SPK/SD/2/2015. Dijelaskan, pakaian bekas impor yang beredar dipasar terbukti mengandung cemaran bakteri dan jamur pathogen setelah dilakukan pengujian.

Hasil ini ditunjukan dengan parameter pengujian Angka Lempeng Total (ALT) dan Kapang pada semua contoh pakaian bekas yang nilainya cukup tinggi.

”Kandungan mikroba pada pakaian bekas diantaranya memiliki nilai total mikroba (ALT) 216.000 koloni per gram dan Kapang sebesar 36.000 koloni per gram,” jelasnya, kemarin.

Rihandayani menjelaskan, cemaran mikroba yang terdapat dalam pakaian bekas dapat menimbulkan penyakit yang berawal dari kontak langsung dengan kulit. Penyakit yang ditimbulkan bakteri dan kapang ini diantaranya gatal-gatal, bisul, jerawat, infeksi kulit, gangguan pencernaan hingga infeksi pada saluran kelamin.

Rihandayani menegaskan Kementrian Perdagangan telah menerbitkan Permendag NO 54/M-DAG/ PER/10/2009 yang menyatakan bahwa barang yang diimpor harus dalam keadaan baru, dengan demikian impor pakaian bekas dilarang.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge