0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karanganyar Kembangkan Beras Hitam

ilustrasi (Timlo.net - Nanang)

Karanganyar – Beras hitam dari Karangpandan dilirik Kementerian Pertanian untuk diekspor ke luar negeri. Rencananya, beras yang harga pasarannya mencapai Rp 30 ribu per kilogram itu akan diekspor ke Taiwan.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Danik Sih Handayani mengatakan, beras hitam yang bakal diekspor berasal dari kelompok tani (klomtan) di wilayah Kecamatan Karangpandan.

“Perwakilan dari klomtan tersebut, beberapa waktu lalu diundang ke Kementan, sebagai calon eksportir beras hitam. Saat ini sedang dalam proses melengkapi syarat-syarat sebagai eksportir,” tuturnya, kemarin.

Dispertanbunhut juga sudah diminta untuk membantu pemenuhan syarat yang dibutuhkan, agar proses menjadi eksportir bisa segera kelar.
“Permintaan agar kami membantu proses untuk bisa mengekspor beras hitam, disampaikan langsung Menteri Pertanian, saat berkunjung ke Karanganyar beberapa waktu lalu,” katanya.

Beras hitam, lanjut Danik, termasuk salah satu produk pertanian unggulan yang dimiliki Bumi Intanpari. Lahan pertanian komoditas yang ditanam secara organik tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Karangpandan, Karanganyar dan Mojogedang.

Total lahan yang dipakai untuk mengembangkan beras hitam, saat ini seluas 90 hektar. Yang paling luas di Karangpandan mencapai 60 hektar.

Sementara di Karanganyar dan Mojogedang masing-masing 15 hektar. Tiap hektar lahan rata-rata menghasilkan 7 ton beras dalam satu kali masa tanam.

Harga beras hitam jauh lebih mahal dibanding harga beras putih, karena mengandung sejumlah khasiat. Beras ini bagus untuk penderita diabetes, karena kadar kalorinya terendah dibandingkan beras putih dan merah.

Selain itu, mengonsumsi beras hitam juga bisa mencegah kanker karena kandungan antosianin yang tinggi, mencegah penyakit jantung karena kandungan seratnya tinggi, obat anemia karena banyak mengandung zat besi, hingga mencegah penuaan dini.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge