0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musim Tanam, Pupuk Langka di Kemusu

dok.timlo.net/nanin
Musim tanam,pupuk jenis urea langka di Kemusu,Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Petani di Kecamatan Kemusu, Boyolali, mengeluhkan sulitnya mencari pupuk jenis urea di wilayahnya. Padahal saat ini sedang memasuki musim tanam kedua sehingga kebutuhan pupuk mengalami peningkatan. Diduga, kelangkaan pupuk bersubsidi ini disebabkan adanya pembeli illegal atau pengecer siluman.

Kepala Desa Sari Mulyo, Kemusu,Marjono, mengakui petani diwilayahnya sejak sepekan ini kesulitan mendapatkan pupuk jenis urea. Pihaknya tidak mengetahui pasti penyebab kelangkaan tersebut. Pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan dinas untuk mengantisipasi permasalahan itu.

”Petani  sudah mencari di pengecer namun stoknya menurun,” katanya, Minggu (5/4).

Namun yang mengherankan, pupuk bersubsidi ini justru di tingkatan pengecer tidak resmi justru stocknya sangat banyak. Sedangkan di pengecer resmi justru langka.

”Laporan yang masuk ke saya dari masyarakat, stok yang ada di pengecer resmi saat ini adalah Ponska sama Pupuk Organik, urea sama sekali tidak ada dan sulit,” tandasnya.

Kelangkaan pupuk jenis urea ini dikhawatirkan akan menghambat masa tanam petani. Selain itu, petani juga keberatan membeli pupuk di pengecer tidak resmi. Sebab, harga pupuk di pengecer tidak resmi atau siluman itu lebih tinggi dari pengecer resmi. Harga pupuk urea di pengecer tidak resmi atau illegal, mencapai Rp 140 ribu. Padahal seharusnya harga pupuk urea dibawah itu.

”Rencananya akan ada rapat untuk membahas kekurangan pupuk ini, kita berharap pemerintah segera turun tangan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge