0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Biogas Limbah Tahu Jadi Andalan Warga Gagak Sipat

Lokasi penggolahan biogas limbah tahu di Dusun Kanoman, Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Warga Kanoman,Desa Gagaksipat, Ngemplak, mulai mengandalkan biogas limbah tahu sebagai pengganti gas elpiji. Selain sederhana, biogas tahu ini juga aman dan sangat murah. Penyaluran biogas limbah tahu ini menggunakan pipa dan disalurkan ke rumah-rumah warga.

Seperti di RT 02 RW 08 Dukuh Kanoman, saat ini 28 kepala keluarga sudah memanfaatkan biogas limbah tahu sebagai pengganti elpiji. Biogas ini digunakan untuk memasak didapur. Menurut ketua RT 02, Budi Amiarso, pengembangan biogas limbah tahu ini sudah dilakukan sejak tahun 2006 lalu. Namun baru belakangan ini, pengguna biogas ini mengalami peningkatan. Menyusul kebijakan pemerintah terkait peralihan minyak tanah ke gas elpiji.

“Dulu hanya beberapa rumah yang menggunakan, sekarang dari 55 kepala keluarga, 28 KK sudah memanfaatkanya,” imbuhnya ditemui di rumahnya, Minggu (5/4).

Dijelaskan, pembuatan limbah tahu menjadi biogas ini sangatlah mudah. Kondisi ini juga didukung oleh banyaknya pengrajin tahu di Dusun Kanoman. Cara yang dilakukan, limbah tahu cair dibuang ke instalasi pembuangan air limbah (IPAL) yang tersalur dalam digester atau tabung fermentasi. Dalam digester tersebut, limbah tahu akan berfermentasi menjadi gas metana yang tersalurkan ke rumah warga melalui jaringan pipa.

Untuk pengelolaan dua digester tersebut, warga melakukannya secara kolektif. Warga yang memanfaatkan biogas hanya ditarik Rp 10 ribu per bulan untuk biaya perawatan instalasi. Pemasangan intalasi warga kurang mampu juga dibantu secara gotong royong. Budi menghitung, dengan biaya sebesar itu, biogas mampu mengganti kebutuhan elpiji yang rata-rata menghabiskan dua tabung elpiji ukuran 3 kilo per bulannya.

“Sejak 2012, instalasi biogas ke rumah-rumah warga mulai terpasang. Warga di sini mulai mapan menggunakan biogas sebagai bahan bakar pengganti elpiji,” terang Budi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge