0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Di Wonogiri, Marak Spanduk Penolakan ISIS

dok.timlo.net/tarmuji
spanduk penolakan ISIS di Krisak Selogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Kemunculan Islamic State Of Irak Suriah (ISIS) membuat sebagian besar warga. Khususnya warga Wonogiri menolak keras terhadap upaya ISIS untuk memperluas propagandanya.

Baru-baru ini beberapa spanduk bertuliskan Mari Bersatu Lawan ISIS di Wonogiri mulai bermunculan. Salah satunya diTerminal Induk Giri Adipura Krisak, Selogiri. Spanduk itu diklaim bertuliskan Masyarakat Wonogiri.

Pernyataan perlawanan itu juga disampaikan Bupati Wonogiri Danar Rahmanto belum lama ini. Danar Rahmanto sebagai kepala daerah, terus menerus menggelorakan semangat nasionalisme dan meningkatkan iman dan akhlak rakyatnya bukan dengan cara kekerasan seperti yang ditunjukkan oleh ISIS yang ada di Irak dan Suriah.

“Jika warga masyarakat Wonogiri yang selama ini dikenal santun, dan tidak mudah terprovokasi, wajib mewaspadai propaganda ISIS yang saat ini terus menggejolak di Indonesia,” imbuhnya.

Menurut Danar, sebagai tindakan yang muncul dari rakyat Wonogiri, yang sadar akan kedamaian dan kerukunan. Danar berharap warga masyarakat dapat memahami makna yang muncul yang tergambar dalam spanduk itu sebagai wujud rasa cinta warga terhadap bangsa dan negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

“Tidak ada kesatuan kerangka agama didunia ini, akan tetapi tujuan yang sama yang ingin dicapai yakni kebaikan dan hidup dengan damai itulah yang seharusnya dimaknai sebagai umat manusia ciptaan Tuhan,” katanya, Minggu(5/4).

Sementara itu , Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB )Wonogiri Sutopo Broto saat dikonfirmasi wartawan, Minggu(5/4) mengatakan, dirinya juga mendukung penuh terciptanya toleransi beragama. Munculnya spanduk itu dinilainya sebagai cerminan sikap kepedulian terhadap kedamaian dan rasa nasionalisme Indonesia, yang digambarkan oleh masyarkat Wonogiri untuk mencegah gesekan-gesekan dan munculnya faham radikal.

“Kami (FKUB) selama ini terus bergerak dari desa ke desa dari ormas-ormas dan dari pemuka agama dipelosok Wonogiri, untuk terus mewaspadai munculnya gerakan-gerakan radikalisme yang dapat memecah belah persatuan umat beragama khususnya di Wonogiri ini,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge