0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sosialisasi ISIS, Wakil Ketua DPR Blusukan ke Pesantren

dok.timlo.net/nanang
Wakil Ketua DPR RI, H. Mahyudin (dok.timlo.net/nanang)

Karanganyar‪ — Perang melawan penyebaran jaringan organisasi Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) gencar dilakukan. Tak hanya pihak Kepolisian dan Pemerintah saja,  namun jajaran legislatif juga langsung turun ke daerah memberikan sosialisasi bahaya ajaran radikal tersebut.

Seperti yang dilakukan Wakil Ketua DPR RI H Mahyudin yang langsung memberikan sosialisasi bahaya ISIS di sela-sela Seminar Kebangsaan yang dilakukan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Matesih Karanganyar Kamis (2/4). Kepada wartawan Mahyudin mengatakan, pondok pesantren merupakan mitra strategis dalam membangun moral bangsa.

“Pesantren punya andil besar dalam pembangunan moral bangsa. Jangan sampai hal itu di nodai dengan ajaran dari luar yang jelas-jelas tidak sesuai dengan ajaran Pancasila dan UUD 45 apalagi ajaran agama apapun,” terangnya.

Wakil Ketua DPR RI tersebut menambahkan ISIS mencoba memanfaatkan negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar di dunia. ISIS gencar menyebarkan ajaran sesat mereka ke masyarakat terutama kepada pemuda dan anak sekolah yang mudah sekali terpengaruh.

“Sebagai orang tua, guru, ulama, tokoh masyarakan dan pejabat kita wajib memberi pengertian dan penjelasan kepada keluarga dan lingkungan kita. Bahayanya ajaran yang dibawa ISIS, karena ini tanggung jawab kita bersama” jelas Mahyudin.

Dalam hal ini, kata Mahyudin semua pihak harus  cepat bertindak. Bahkan harus sedini mungkin dalam mencegah ajaran ISIS ini. Jangan sampai bisa masuk apalagi menyebar. Karena  apabila dibiarkan ajaran ini akan menimbulkan dampak yang buruk terhadap keutuhan dan keamanan negara.

“Jangan mudah terpengaruh dan terpedaya dengan kata-kata seseorang, walaupun dia memakai pakaian ulama, lengkap dengan surban dan bolang. Bila menyimpang dari ajaran Islam yang sudah diajarkan ulama-ulama kita yang sudah nyata kebenarannya,” jelasnya.

Salah satu santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Fatimah (13) mengatakan meski sudah sering mendengar soal ISIS dirinya belum mengetahui secara detil apa itu ISIS.

“Dengan acara ini selain memperkuat nasionalisme lewat empat pilar kebangsaan juga dapat ilmu tentang ISIS secara gamblang,” kata Fatimah.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge